Kilas Balik Pasar Amerika : Pergerakan Mingguan 24 Mar - 28 Mar 2025
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
📈 Pekan keempat Maret 2025 ditandai oleh gejolak pasar akibat pengumuman tarif otomotif sebesar 25% oleh Presiden Trump, efektif 3 April mendatang. Indeks utama AS tertekan, dipicu kecemasan akan kenaikan biaya impor dan potensi pembalasan dagang. Pasar obligasi relatif lebih stabil, sedangkan saham internasional bergerak beragam dipengaruhi sentimen tarif dan geopolitik global. Berikut rangkuman peristiwa pasar 24-28 Maret 2025. 📊✨
Quick Recap
1️⃣ Pergerakan Indeks Pasar Saham
📉 Dow Jones turun -1.95% ke 41,181, YTD -3.2%
📉 S&P 500 turun -2.80% ke 5,512, YTD -6.2%
📉 Nasdaq Composite turun -4.21% ke 17,036, YTD -12.3%
📉 MSCI EAFE terkoreksi -1.0% ke 2,475, namun YTD masih positif +9.5%
📉 Yield obligasi 10-tahun AS turun ke 4.20%
📉 Minyak WTI melemah ke USD 67.10 per barel (-1.7%), YTD -6.4%
📈 Obligasi AS (AGG ETF) naik +0.2%, total YTD +2.9%
2️⃣ Faktor-Faktor Penggerak Pasar
📌 Tarif Otomotif 25%
Trump umumkan tarif untuk mobil impor non-AS mulai 3 April. General Motors (GM) anjlok -8%, disusul penurunan saham Ford, Toyota, Honda, dan Stellantis. Uniknya, Tesla (TSLA) naik +2.5% karena ekspektasi pengurangan kompetitor asing. Potensi kenaikan inflasi dan pembalasan dagang dari negara mitra menjadi perhatian utama pasar.
📌 Respons The Fed & Data Ekonomi
Suku bunga tetap di 4.25%-4.50%. GDP Q4 2024 direvisi naik jadi 2.4%, menunjukkan ketahanan ekonomi. Pasar tenaga kerja masih kuat dengan Job Openings di angka 7.74 juta, mendahului data JOLTS Februari pekan depan.
📌 Geopolitik & Global Sentimen
Bandara Heathrow ditutup sementara karena kebakaran, ganggu lalu lintas udara global
Ketegangan Israel-Hamas dorong arus dana ke aset safe haven
Eropa melemah menjelang pengumuman tarif balasan 2 April
Asia campuran, Korea Selatan berencana subsidi industri otomotif
3️⃣ Data Ekonomi AS
📈 GDP Q4 2024 (final): 2.4%
📈 Jobless Claims (rata-rata 4 minggu): 225.000
📈 JOLTS Januari: 7.74 juta (Februari rilis 1 April)
📈 Inflasi PCE (proyeksi): 2.8% (naik dari 2.5%)
Top Movers
Beberapa saham menjadi pusat perhatian minggu lalu, baik karena laporan keuangan maupun faktor eksternal lainnya:
📉 General Motors (GM): -8%, tertekan akibat tarif
📈 Tesla (TSLA): +2.5%, diuntungkan berkurangnya impor
📉 GameStop (GME): -25%, usai rencana akuisisi Bitcoin & penerbitan saham
📊 BlackRock (BLK): Stabil, umumkan peluncuran ETP Bitcoin di Eropa
📈 Obligasi EM: Tetap jadi favorit investor di tengah volatilitas ekuitas
Outlook dan Strategi Investasi
📌 Diversifikasi Jadi Kunci
Volatilitas pasar akibat tarif mendorong pentingnya diversifikasi. Saham internasional dan obligasi bisa menjadi penyeimbang. Sektor defensif seperti kesehatan (XLV) dan utilitas (XLU) juga potensial.
📌 Cermati Imbas Tarif Otomotif
Tarif resmi mulai 3 April. Consumer Discretionary (XLY) masih jadi sektor dengan perhatian tinggi, tapi bisa rawan jika eskalasi dagang berlanjut.
📌 The Fed & Inflasi
Risiko inflasi akibat tarif bisa menahan rencana pemangkasan suku bunga. Data PCE dan inflasi minggu depan akan jadi indikator penting arah kebijakan moneter.
📌 Obligasi dan Pasar Berkembang
Penurunan yield AS dorong minat ke obligasi, khususnya emerging markets. Potensi peluang di segmen fixed income tetap menarik.
Next Week: March 31 - April 4, 2025🔍
📆 Senin (31 Maret)
Earnings: PVH Corp. (PVH)
📆 Selasa (1 April)
Data JOLTS Februari
Earnings: SPWH
📆 Rabu (2 April)
Potensi pengumuman tarif balasan (Reciprocal Tariffs)
Earnings: UniFirst (UNF)
📆 Kamis (3 April)
Tarif Otomotif resmi berlaku
Earnings: Conagra (CAG), Lamb Weston (LW)
📆 Jumat (4 April)
Data PMI Manufaktur Final & PCE Price Index
Data NFP Non Farm Payroll and Unemplyment Rate
Earnings: Krispy Kreme (DNUT)
Conclusion
Pasar masih bergerak dalam ketidakpastian, tapi peluang muncul di saham internasional dan obligasi. Koreksi di saham AS bisa jadi momen akumulasi selektif, sembari menunggu kejelasan tarif dan arah kebijakan The Fed. 📊🚀
*Disclaimer:
Informasi ini diberikan hanya untuk tujuan informasi umum. Pertimbangkan tujuan investasi, sumber daya keuangan, dan keadaan relevan lainnya dengan hati-hati sebelum melakukan investasi. Ini bukan ajakan atau tawaran untuk berinvestasi, juga bukan nasihat keuangan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual investasi apapun.