Analisis Saham - Albertsons Companies, Inc. (ACI)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Penunjukan Robert F. Kennedy Jr. sebagai Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) oleh Donald Trump telah membawa perubahan signifikan dalam kebijakan kesehatan di AS. Dengan inisiatif "Make America Healthy Again," konsumen mulai beralih dari makanan olahan murah ke pilihan yang lebih segar dan sehat. Pergeseran ini memberikan keuntungan bagi industri ritel makanan, termasuk Albertsons, yang mampu menyediakan produk berkualitas dengan harga kompetitif. Sejalan dengan tren ini, analis dari Wells Fargo, Edward Kelly, mengidentifikasi sektor ritel makanan sebagai sektor yang diuntungkan oleh perubahan preferensi konsumen. Di antara berbagai perusahaan yang disebutkan, Albertsons (NYSE: ACI) menjadi salah satu kandidat utama berkat model bisnisnya yang beragam serta valuasi yang menarik.

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • Saham ACI menorehkan hasil yang cukup baik dengan peningkatan konsisten 8% sejak awal tahun dan 12% sejak 6 bulan terakhir.

  • Dalam 52 minggu terakhir, saham Albertsons bergerak dalam rentang yang relatif sempit antara $17 dan $21.60.

  • Saham ini juga telah membentuk higher high baru di atas resistance $21 pasca membentuk pola double bottom di area $19.70.

  • Support selanjutnya pada $21 dan $20.50.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $20.50-$21.50 yang merupakan area continuation.

  • Stop Loss (SL): Di level $19.50, di bawah support $20.50, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $22, $21.50 serta $23 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $21 dan harga turun ke SL ($19.50), kerugian potensial $1.50 per saham, atau sekitar -7.14%.

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($22): potensi keuntungan $1 per saham, sekitar 4.76%.

    • Ke target kedua ($22.50): potensi keuntungan $1.50 per saham, sekitar 7.14%

    • Ke target ketiga ($23): potensi keuntungan $2 per saham, sekitar 9.52%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Kinerja Operasional Pasca Gagal Merger dengan Kroger

Setelah rencana merger senilai $24,6 miliar dengan Kroger dibatalkan pada Desember lalu, Albertsons kini lebih fokus pada penguatan operasionalnya. Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa pendapatan kuartalan perusahaan naik tipis menjadi $18,78 miliar dari $18,56 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan digital juga mengalami lonjakan 23%, menandakan bahwa pelanggan tetap berinteraksi dengan perusahaan meskipun kondisi ekonomi terus berubah. Namun, tidak semua segmen bisnis Albertsons menunjukkan kinerja positif. Penjualan bahan bakar mengalami penurunan dari $1,05 miliar menjadi $885,2 juta, mencerminkan sifat fluktuatif dari sumber pendapatan ini. Meski demikian, perusahaan tetap memperluas jaringan ritelnya dengan menambah dua toko baru, sehingga kini memiliki total 2.273 gerai.

Salah satu segmen yang mencatat pertumbuhan signifikan adalah bisnis farmasi, dengan peningkatan pendapatan dari $258 juta menjadi $280 juta. Sementara itu, penjualan produk segar dan non-perishables mengalami kenaikan tipis, masing-masing dari $5,71 miliar menjadi $5,74 miliar dan dari $9,24 miliar menjadi $9,30 miliar. Dari sisi profitabilitas, meskipun laba bersih meningkat menjadi $401 juta dari $361 juta, laba bersih yang telah disesuaikan justru menurun dari $462 juta menjadi $420 juta. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya operasional, termasuk biaya tenaga kerja serta investasi dalam transformasi digital dan integrasi pascamerger.

Neraca Keuangan dan Dividen Albertsons

Albertsons menunjukkan peningkatan signifikan dalam arus kas bebas (FCF), yang melonjak menjadi $186,6 juta dari $86,6 juta pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, kas dan setara kas perusahaan mencapai $202,3 juta, mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan modal yang lebih disiplin. Di sisi kewajiban, utang jangka pendek turun drastis dari $737,8 juta menjadi $61,3 juta, sementara utang jangka panjang juga mengalami penurunan dari $14,8 miliar menjadi $13,9 miliar. Perbaikan neraca ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis lebih lanjut atau mengembalikan modal kepada pemegang saham melalui peningkatan dividen. Albertsons sendiri merupakan salah satu perusahaan dengan pertumbuhan dividen yang menjanjikan, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) 25% dalam 12 bulan terakhir. Saat ini, perusahaan menawarkan imbal hasil dividen sebesar 2,94%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri. Selain itu, rasio pembayaran dividen yang relatif rendah (hanya 28,49%) menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk peningkatan dividen di masa depan.

Valuasi Saham Albertsons dan Potensi Investasi

Dari segi valuasi, saham Albertsons saat ini diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (P/E) sebesar 9,12x, yang lebih rendah 44% dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 16,4x. Begitu pula dengan rasio harga terhadap penjualan (P/S), yang hanya 0,15x dibandingkan dengan median sektor sebesar 1,18x. Untuk menilai lebih dalam, analisis arus kas yang didiskon (DCF) menunjukkan bahwa nilai wajar saham Albertsons berada di kisaran pertengahan $20-an, lebih rendah dibandingkan dengan estimasi optimis yang mencapai $70-an. Mengingat persaingan ketat dan meningkatnya biaya operasional, valuasi konservatif ini menunjukkan bahwa saham Albertsons masih berada pada titik harga yang menarik untuk investasi.

Pandangan Analis

Saham Albertsons (NYSE: ACI) ditutup di $21,46 pada 7 Maret 2025, naik 2,34%. Namun, dalam perdagangan pasca-penutupan, turun ke $21,20 (-1,21%). Analis Wall Street memberikan peringkat rata-rata "Buy" (3,76/5) berdasarkan 21 analis dalam 90 hari terakhir, dengan 5 memberikan "Strong Buy", 6 "Buy", dan 10 "Hold". Target harga rata-rata saham ACI adalah $23,53, mencerminkan potensi kenaikan 9,65%. Dengan fundamental yang kuat dan pertumbuhan dividen menarik, Albertsons menjadi opsi investasi yang menjanjikan di sektor ritel makanan.

Kesimpulan

Albertsons (NYSE: ACI) menunjukkan potensi investasi menarik dengan fundamental yang solid meskipun menghadapi tantangan, termasuk gagalnya merger dengan Kroger. Kinerja keuangan yang stabil, pertumbuhan dividen, dan peningkatan penjualan digital menegaskan daya saingnya di industri ritel makanan. Dengan valuasi yang lebih murah dibandingkan rata-rata industri serta prospek kenaikan harga saham hingga $23,53 (+9,65%), ACI menjadi opsi menarik bagi investor. Namun, risiko tetap ada, termasuk fluktuasi biaya operasional dan persaingan ketat. Bagi investor yang mencari saham undervalued dengan pertumbuhan dividen menjanjikan, Albertsons dapat menjadi pilihan strategis dalam portofolio investasi.





*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - NVIDIA Corporation (NVDA)

Next
Next

Analisis Saham - Walgreens Boots Alliance (WBA)