Analisis Saham - Tesla, Inc. (TSLA)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Tesla, Inc. (NASDAQ: TSLA) melaporkan penurunan pengiriman kendaraan sebesar 13% YoY menjadi 336.681 unit pada kuartal pertama tahun fiskal 2025, jauh di bawah estimasi pasar sekitar 390.000 unit. Meski demikian, prospek pemulihan pengiriman di sisa tahun 2025 dengan peluncuran Tesla Model Y versi ekonomis membuat saham ini tetap menarik.

Analisis Teknikal

  • Saham TSLA saat ini diperdagangkan pada kisaran harga $233.89, mendekati support utama di $220–$230.

  • Saham menunjukkan pola konsolidasi, dengan potensi breakout bullish jika harga berhasil mempertahankan level support ini.

  • Resistance kunci berikutnya terletak di level $265 dan $300, dengan potensi upside signifikan jangka panjang menuju area $415.

Setup Trading

  • Rentang Beli: $220–$235 (zona support kuat)

  • Stop Loss (SL): $210, di bawah support utama untuk mengurangi risiko jika harga turun lebih jauh.

  • Target Profit (TP):
    Target pertama: $265 (potensi keuntungan sekitar 13%)
    Target kedua: $300 (potensi keuntungan sekitar 28%)
    Target jangka panjang: $415 (potensi keuntungan sekitar 77%)

Potensi Keuntungan dan Risiko

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di harga rata-rata $230 dengan SL di $210, potensi kerugian sekitar $20 per saham atau 8.7%.

  • Potensi Keuntungan:
    ○ Target 1 ($265): keuntungan sekitar $35 per saham (15.2%)
    ○ Target 2 ($300): keuntungan sekitar $70 per saham (30.4%)
    ○ Target jangka panjang ($415): keuntungan sekitar $185 per saham (80.4%)

Fundamental Tetap Solid Meski Q1 Lemah

  • Tesla mencatat margin gross 16.26%, kedua tertinggi setelah Li Auto dalam industri EV global.

  • Penurunan pengiriman kuartal pertama akibat faktor politik dan persiapan peluncuran Tesla Model Y ekonomis diperkirakan bersifat sementara.

  • Peluncuran versi ekonomis dari Tesla Model Y diharapkan mampu mendorong kembali pertumbuhan pengiriman kendaraan secara signifikan di kuartal-kuartal berikutnya.

Valuasi Premium, Tapi Potensi Rebound Kuat

  • Saat ini, saham TSLA diperdagangkan dengan Price-to-Sales (P/S) sebesar 6.9X, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata industri sebesar 2.4X.

  • Meski valuasi lebih tinggi dibanding pesaing asal China seperti NIO dan XPeng, potensi pertumbuhan yang signifikan masih menjadikan saham ini menarik secara jangka panjang.

  • Berdasarkan valuasi historis, jika kembali ke rasio P/S sekitar 10X, saham TSLA memiliki nilai wajar sekitar $415 per saham.

Risiko Utama

  • Penurunan volume pengiriman kendaraan secara berkelanjutan, terutama jika respons pasar terhadap Tesla Model Y ekonomis kurang menggembirakan.

  • Tekanan margin akibat penjualan kendaraan dengan harga lebih rendah dan ketegangan politik yang melibatkan CEO Elon Musk, yang berpotensi memengaruhi sentimen investor.

Pandangan Analis

Mayoritas analis masih mempertahankan pandangan positif terhadap Tesla, dengan rating rata-rata "BUY" dan ekspektasi rebound volume pengiriman kendaraan dalam beberapa kuartal mendatang.

Kesimpulan

Meski menghadapi tantangan dalam pengiriman Q1 2025, Tesla tetap menjadi pilihan investasi menarik mengingat potensi rebound kuat di kuartal berikutnya. Peluncuran Tesla Model Y versi ekonomis diyakini akan mendukung kembali pertumbuhan volume pengiriman secara signifikan. Dengan valuasi yang masih premium namun dibenarkan oleh potensi pertumbuhan kuat, Tesla layak dipertimbangkan sebagai investasi jangka menengah hingga panjang.





*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Next
Next

Analisis Saham - Baidu Inc. (BIDU)