Kilas Balik Pasar Amerika : Pergerakan Mingguan 03 Mar - 07 Mar 2025

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka 

📈 Pekan pertama di bulan Maret 2025, pasar saham global mengalami volatilitas yang cukup tinggi, terutama di sektor teknologi. Investor menghadapi ketidakpastian kebijakan tarif, potensi perlambatan ekonomi, serta ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih akomodatif. Meskipun demikian, beberapa sektor defensif tetap menunjukkan ketahanan, dan peluang investasi masih terbuka bagi mereka yang memiliki strategi jangka panjang yang kuat. Berikut adalah rangkuman peristiwa pasar dari 3 hingga 7 Maret 2025. 📊✨

Quick Recap

1️⃣ Pergerakan Indeks Pasar Saham

📉 S&P 500 turun -1.78% ke 5,738, terbebani oleh aksi jual saham teknologi. 

📉 Nasdaq Composite melemah -2.61% ke 18,069, dengan NVIDIA dan Tesla sebagai penyebab utama. 

📉 Dow Jones Industrial Average turun -0.99% ke 42,579, meski sektor defensif menunjukkan ketahanan. 

📉 MSCI EAFE turun -0.1% ke 2,440, masih positif 7.9% YTD. 

📉 Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun ke 4.24%, mencerminkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. 

📈 Harga minyak WTI naik ke $67.33 per barel, dipicu oleh ketegangan geopolitik dan pemangkasan produksi.

2️⃣ Faktor-Faktor Penggerak Pasar

📈 Tekanan pada Saham Teknologi Besar

Sektor teknologi mengalami aksi jual signifikan. NVIDIA turun hampir -6% dalam satu hari setelah adanya peringatan terkait persaingan di sektor AI. Amazon dan Tesla juga melemah karena ekspektasi pendapatan yang lebih rendah.

📉 Pelemahan Konsumsi dan Data Ekonomi

  • Retail sales lebih lemah dari perkiraan, turun -0.3% MoM.

  • Jobless claims meningkat ke 230.000, menandakan potensi pelemahan pasar tenaga kerja.

  • GDP Q1 2025 diprediksi -2.4% (Atlanta Fed GDPNow).

📉 Ketidakpastian Tarif dan Kebijakan Pemerintah

  • Pemerintah menunda penerapan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko hingga 2 April 2025.

  • Pemerintah juga menghadapi potensi shutdown jika tidak ada kesepakatan anggaran sebelum 15 Maret.

  • Ketidakpastian kebijakan membuat perusahaan menunda ekspansi dan investasi.

3️⃣ Data Ekonomi AS

📉 GDP Q4 2024 tetap di 2.5%, tetapi proyeksi Q1 2025 menunjukkan perlambatan signifikan.

📉 Core PCE Price Index naik 0.3% MoM dan 2.6% YoY, masih di atas target The Fed. 

📉 Chicago PMI turun ke 39.8, menunjukkan aktivitas manufaktur masih dalam fase kontraksi.

📉 Nonfarm Payrolls meningkat 151.000, sedikit di bawah perkiraan 159.000.

Top Movers

Beberapa saham menjadi pusat perhatian minggu lalu, baik karena laporan keuangan maupun faktor eksternal lainnya:

📉 NVIDIA (NVDA) -6.0%: Tekanan dari persaingan chip AI dan aksi profit-taking. 

🚗 Tesla (TSLA) -5.8%: Investor khawatir dengan perlambatan pertumbuhan di China. 

💻 Hewlett Packard Enterprise (HPE) -19.2%: Outlook bisnis yang lebih lemah dari perkiraan. 

📈 Broadcom (AVGO) +10.3%: Laporan keuangan kuat, didukung pertumbuhan AI. 

👕 Gap (GPS) +16%: Penjualan lebih kuat dari perkiraan. 

💊 Walgreens Boots Alliance (WBA) +6%: Pengumuman akuisisi oleh Sycamore senilai $23.7 miliar.

Outlook dan Strategi Investasi

📉 Koreksi Pasar Masih Sehat

  • S&P 500 turun 2% tahun ini setelah reli besar di 2024.

  • Investor mengambil sikap defensif dengan beralih ke sektor kesehatan dan consumer staples.

📈 Potensi Kebijakan Pro-Pertumbuhan

  • The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunga dua hingga tiga kali pada 2025.

  • Fokus pada sektor yang lebih stabil seperti kesehatan dan utilitas.

📈 Diversifikasi dan Manajemen Risiko

  • Portofolio defensif lebih disarankan dalam kondisi pasar saat ini.

  • Obligasi Treasury AS dapat menjadi lindung nilai dari volatilitas pasar saham.

Next Week: March 10 - 14, 2025🔍

📊 Senin (10 Maret) – Laporan pendapatan Oracle (ORCL) 

📊 Selasa (11 Maret) – JOLTS (Januari), earnings Dick's Sporting Goods (DKS), Kohl's (KSS)

📊 Rabu (12 Maret) – CPI Februari, earnings Adobe (ADBE) 

📊 Kamis (13 Maret) – PPI Februari, earnings Dollar General (DG), Ulta Beauty (ULTA) 

📊 Jumat (14 Maret) – University of Michigan Preliminary March Consumer Sentiment

Conclusion

Pasar saham masih dalam fase koreksi setelah dua tahun reli besar. Sektor teknologi mengalami aksi jual, sementara investor mulai mencari perlindungan di sektor defensif. Ketidakpastian tarif dan kebijakan masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar. Namun, peluang tetap ada dengan pendekatan investasi yang lebih berhati-hati dan diversifikasi yang baik. 🚀📊

*Disclaimer:

Informasi ini diberikan hanya untuk tujuan informasi umum. Pertimbangkan tujuan investasi, sumber daya keuangan, dan keadaan relevan lainnya dengan hati-hati sebelum melakukan investasi. Ini bukan ajakan atau tawaran untuk berinvestasi, juga bukan nasihat keuangan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual investasi apapun.

Previous
Previous

Kilas Balik Pasar Amerika : Pergerakan Mingguan 10 Mar - 14 Mar 2025

Next
Next

Kilas Balik Pasar Amerika : Pergerakan Mingguan 24 Feb - 28 Feb 2025