Kilas Balik Pasar Amerika : Pergerakan Mingguan 10 Mar - 14 Mar 2025
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
📈 Pekan kedua Maret 2025 ditandai dengan volatilitas tinggi, di mana S&P 500 memasuki koreksi teknis setelah turun lebih dari 10% dari puncaknya. Investor masih bergulat dengan ketidakpastian kebijakan pemerintah, potensi perlambatan ekonomi, serta arah kebijakan suku bunga The Fed. Sektor teknologi mengalami tekanan besar, sementara saham defensif dan obligasi menunjukkan ketahanan. Berikut adalah rangkuman peristiwa pasar dari 10 hingga 14 Maret 2025. 📊✨
Quick Recap
1️⃣ Pergerakan Indeks Pasar Saham
📉 S&P 500 turun -2.3% ke 5,639, memasuki wilayah koreksi karena aksi jual besar pada saham teknologi.
📉 Nasdaq Composite melemah -2.4% ke 17,754, terdampak aksi jual pada saham mega-cap.
📉 Dow Jones Industrial Average turun -3.1% ke 41,488, tertekan oleh sentimen makro yang negatif.
📈 MSCI EAFE turun -2.1% ke 2,444, meskipun masih positif 8.1% YTD.
📈 Imbal hasil obligasi 10 tahun AS stabil di 4.32%, mencerminkan ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.
📉 Harga minyak WTI melemah sedikit ke $67.14 per barel karena tekanan permintaan global.
2️⃣ Faktor-Faktor Penggerak Pasar
📉 Saham Teknologi dan AI Terus Tertekan
Lima dari "Magnificent Seven" telah memasuki bear market, turun lebih dari 20% dari puncaknya.
Nvidia (NVDA) anjlok -2.5% karena aksi jual pada sektor AI.
Tesla (TSLA) turun -3% karena kekhawatiran atas tarif impor dan persaingan di China.
📉 Data Ekonomi Lemah, Konsumen Waspada
Retail sales Februari naik hanya 0.7%, masih di bawah ekspektasi setelah penurunan -0.9% di Januari.
Proyeksi GDPNow Atlanta Fed masih di -2.4%, mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang lemah.
Inflasi tetap tinggi, membuat The Fed kemungkinan tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
📉 Ketidakpastian Kebijakan Pemerintah & Tarif
Kongres masih berjuang menghindari shutdown sebelum batas waktu.
Tarif perdagangan yang lebih tinggi mulai berdampak pada ekspektasi pertumbuhan perusahaan.
Pasar obligasi AS menunjukkan permintaan lemah, menandakan kekhawatiran atas defisit fiskal.
3️⃣ Data Ekonomi AS
📉 PDB Q1 2025 masih diproyeksi negatif (-2.4%), menunjukkan perlambatan ekonomi.
📉 Inflasi tetap tinggi, dengan Core PCE Price Index naik 0.3% MoM dan 2.6% YoY.
📉 Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di Mei hanya 33%, turun dari 50% pekan lalu.
📉 Pasar tenaga kerja melemah, dengan jobless claims naik ke 230.000.
Top Movers
Beberapa saham menjadi pusat perhatian minggu lalu, baik karena laporan keuangan maupun faktor eksternal lainnya:
📉 Bitcoin (BTC) +3.6%: Kembali pulih setelah aksi jual besar di awal pekan.
📉 Tesla (TSLA) -3.0%: Tertekan isu tarif dan persaingan dari China.
📈 Meta (META) +2.0%: Bangkit setelah kejatuhan besar di sektor media sosial.
📈 Ulta Beauty (ULTA) +6.6%: Laporan kuartalan yang kuat meskipun menghadapi tekanan harga.
📈 Docusign (DOCU) +9.0%: Saham melonjak setelah melampaui ekspektasi pendapatan.
Outlook dan Strategi Investasi
📉 Koreksi Pasar Bisa Jadi Peluang
S&P 500 telah turun lebih dari 10%, yang secara historis menjadi area pembelian bagi investor jangka panjang.
Sektor defensif seperti kesehatan dan utilitas mulai menarik minat investor.
📈 Fokus pada The Fed dan Data Ekonomi
Dengan inflasi masih tinggi, The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama.
Data ekonomi yang lebih lemah bisa mendorong peluang pemangkasan suku bunga di semester II.
📈 Diversifikasi Masih Penting
Saham internasional (Eropa dan China) terus mengungguli pasar AS.
Obligasi Treasury menjadi lindung nilai terhadap volatilitas saham.
Next Week: March 17 - 21, 2025🔍
📊 Senin (17 Maret) – Retail sales Februari.
📊 Selasa (18 Maret) – Data perumahan & produksi industri.
📊 Rabu (19 Maret) – Keputusan suku bunga The Fed, earnings General Mills (GIS).
📊 Kamis (20 Maret) – Existing home sales, earnings FedEx (FDX), Nike (NKE), Micron (MU).
📊 Jumat (21 Maret) – Tidak ada laporan utama.
Conclusion
Pasar saham AS masih dalam fase koreksi setelah reli panjang di 2023-2024. Saham teknologi dan AI mengalami tekanan besar, sementara investor mulai mencari perlindungan di sektor defensif dan obligasi. Kebijakan tarif dan ketidakpastian suku bunga masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar. Namun, koreksi ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang dengan strategi yang lebih selektif dan diversifikasi yang baik. 🚀📊
*Disclaimer:
Informasi ini diberikan hanya untuk tujuan informasi umum. Pertimbangkan tujuan investasi, sumber daya keuangan, dan keadaan relevan lainnya dengan hati-hati sebelum melakukan investasi. Ini bukan ajakan atau tawaran untuk berinvestasi, juga bukan nasihat keuangan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual investasi apapun.