Analisis Saham - Accenture plc (ACN)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Accenture menunjukkan performa yang solid meski dihadapkan pada ketidakpastian global dan pengetatan anggaran pemerintah. Perusahaan konsultan teknologi ini berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan berkat fokus pada teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI). Dengan pangsa pasar dua kali lipat lebih besar dari pesaing terdekatnya, Accenture memanfaatkan posisi dominan untuk terus mendorong pertumbuhan pendapatan dan dividen. Dalam lima tahun terakhir, dividen perusahaan tumbuh rata-rata 12,6% per tahun dengan rasio pembayaran di bawah 50%, didukung peringkat kredit kuat AA-.

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • Saat ini ACN sedang mengalami tekanan dengan penurunan 21% dalam sebulan terakhir, yang menyebabkan kinerja saham menurun hingga 14% sejak awal tahun.

  • Penurunan yang cukup curam terjadi sejak Februari lalu dimana saham anjlok hingga mencapai level fibonacci jangka menengah pada 78.6%.

  • Masih ada kemungkinan bagi saham ini untuk bangkit selama belum menembus level support utama di $280.

  • Support selanjutnya berada pada $300 dan $280.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $290-$310 yang merupakan area key level.

  • Stop Loss (SL): Di level $270, di bawah support $280, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $330, $350 serta $370 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $300 dan harga turun ke SL ($270), kerugian potensial $30 per saham, atau sekitar -10%

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($330): potensi keuntungan $30 per saham, sekitar 10%.

    • Ke target kedua ($350): potensi keuntungan $50 per saham, sekitar 16.67%

    • Ke target ketiga ($370): potensi keuntungan $70 per saham, sekitar 23.33%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Tekanan dari Sektor Pemerintah

Namun, Accenture tidak lepas dari tantangan. Laporan keuangan kuartal II tahun fiskal 2025 menunjukkan tekanan dari perlambatan belanja sektor publik, khususnya di layanan federal Amerika Serikat yang menyumbang 8% dari total pendapatan global. Pemerintahan baru AS berupaya menekan biaya konsultasi, sehingga memperlambat proses pengadaan baru. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang membuat pasar cemas akan potensi dampak lebih lanjut bagi bisnis Accenture di sektor pemerintahan.

Pertumbuhan Tetap Terjaga Lewat AI dan Cloud

Meski menghadapi tantangan, Accenture tetap mencatat pertumbuhan pendapatan 8,5% dalam mata uang lokal dan 5% dalam dolar AS. Pemesanan baru mencapai $20,9 miliar dengan rasio book-to-bill sebesar 1,3x, menunjukkan prospek bisnis yang masih positif. Bahkan, 32 klien menandatangani kontrak di atas $100 juta per proyek. Lini bisnis AI generatif (GenAI) menjadi pendorong utama, dengan pendapatan $600 juta dan tambahan kontrak senilai $1,4 miliar. Kini, Accenture memiliki sekitar 72 ribu tenaga ahli di bidang AI dan menargetkan 80 ribu orang hingga akhir 2026.

Strategi Akuisisi Agresif untuk Perkuat Bisnis

Untuk terus memperkuat posisinya, Accenture gencar melakukan akuisisi. Selama paruh pertama 2025, perusahaan menghabiskan hampir $500 juta untuk mengakuisisi beberapa perusahaan strategis di Eropa, termasuk AOX dan Staffen AG di Jerman, serta HaSpace di Denmark yang fokus pada AI. Total dana yang disiapkan untuk akuisisi tahun ini mencapai $3 miliar. Strategi ini memungkinkan Accenture memperkaya kapabilitas sekaligus mempercepat adopsi teknologi baru di berbagai sektor industri.

Komitmen Terhadap Pemegang Saham

Di sisi lain, Accenture tetap konsisten mengembalikan nilai kepada pemegang saham. Pada kuartal II, perusahaan menggelontorkan $1,4 miliar untuk buyback saham dan $930 juta untuk dividen, dengan kenaikan dividen terakhir mencapai 14,7%. Accenture juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah memangkas dividen meski sempat mengubah sistem pembayaran dari dua kali menjadi empat kali setahun pada 2019.

Prospek Cerah di Tengah Ketidakpastian

Ke depan, Accenture diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba per saham (EPS) sekitar 6% di 2025, dan berpotensi naik ke 9-11% pada 2026-2027. Dengan valuasi 19,5 kali dari estimasi laba 2027, harga saham di bawah $300 dinilai menarik untuk investasi jangka panjang. Prospek cerah ini diperkuat dengan peluang besar dari adopsi AI di berbagai industri. Contohnya, Accenture membantu perusahaan makanan global mengubah operasionalnya menjadi berbasis data dengan potensi efisiensi senilai $500 juta.

Pandangan Analis

Saham Accenture (ACN) ditutup di harga $300,91 pada 20 Maret 2025, turun 7,26%. Namun, di perdagangan pasca pasar naik tipis ke $301. Berdasarkan analisis 25 analis dalam 90 hari terakhir, mayoritas memberi rating "Buy" dengan rincian: 13 Strong Buy, 5 Buy, dan 7 Hold. Tidak ada yang merekomendasikan Sell. Rata-rata target harga saham Accenture adalah $388,09, menunjukkan potensi kenaikan sekitar 29% dari harga saat ini. Dengan rating rata-rata 4,24 dari 5, mayoritas analis di Wall Street optimis terhadap prospek jangka panjang Accenture.

Kesimpulan

Accenture tetap menunjukkan ketangguhan di tengah tantangan global dan tekanan dari sektor pemerintah AS. Fokus pada AI dan cloud mendorong pertumbuhan pendapatan dan pemesanan baru, ditambah strategi akuisisi agresif memperkuat kapabilitas bisnis. Meski saham mengalami koreksi signifikan hingga 21% dalam sebulan terakhir, prospek jangka panjang dinilai positif dengan target harga rata-rata $388,09 atau potensi upside 29%. Dividen yang konsisten naik dan rasio pembayaran sehat menunjukkan komitmen perusahaan pada pemegang saham. Dengan valuasi menarik di bawah $300, Accenture berpotensi menjadi peluang investasi jangka panjang, terutama seiring adopsi AI di berbagai industri terus berkembang pesat.





*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - International Business Machines Corporation (IBM)

Next
Next

Analisis Saham - Cisco Systems (CSCO)