Analisis Saham - American Express (AXP)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Membeli saham perusahaan berkualitas saat harganya turun memang jadi impian banyak investor. Namun, tak jarang momen seperti itu justru membuat ragu karena ada sentimen negatif yang membayangi. Hal inilah yang terjadi pada saham American Express (AXP) yang saat ini sedang mengalami penurunan harga cukup signifikan. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di $326 pada awal tahun, kini harga saham AXP terkoreksi ke $256—termasuk dalam kisaran bawah dari pergerakan harga 12 bulan terakhir.

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • Saham AXP mengalami peningkatan hampir 24% secara YoY, walaupun sejak awal tahun 2025 ini mengalami penurunan hingga 6%.

  • Pergerakan bearish jangka menengah AXP dapat diidentifikasi dari downtrend line yang tercipta sejak awal Februari lalu.

  • Namun sejak AXP membentuk double bottom di area $256 sebagai support kuat, saham mampu membalikkan keadaan dan menciptakan bullish trend dengan uptrending channel di jangka pendek.

  • Meski tetap waspada akan down trendline yang masih solid, ada peluang AXP untuk melanjutkan rally di Q2 2025.

  • Support selanjutnya berada pada $275 dan $265.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $270-$280 yang merupakan area key level.

  • Stop Loss (SL): Di level $260, di bawah support $265, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $285, $300 serta $315 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $275 dan harga turun ke SL ($260), kerugian potensial $15 per saham, atau sekitar -5.45%.

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($285): potensi keuntungan $10 per saham, sekitar 3.63%.

    • Ke target kedua ($300): potensi keuntungan $25 per saham, sekitar 9.09%

    • Ke target ketiga ($315): potensi keuntungan $40 per saham, sekitar 14.55%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Fundamental Kuat dan Kinerja Cemerlang

Sebagai salah satu pemain besar di industri layanan keuangan global, American Express dikenal dengan layanan premium dan jaringan merchant yang luas. Di tahun 2024, perusahaan berhasil mencatat rekor pendapatan sebesar $66 miliar atau naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya (secara netral terhadap fluktuasi mata uang). Lebih menarik lagi, laba bersihnya justru tumbuh lebih cepat, yakni sebesar 25% secara tahunan. Pertumbuhan ini banyak didorong oleh peningkatan jumlah pengguna kartu premium, khususnya dari kalangan Milenial dan Gen Z. Kartu seperti U.S. Consumer Gold Card dan kartu co-brand dengan Delta Air Lines (DAL) menjadi favorit. Hal ini tercermin dari pertumbuhan volume transaksi yang terus meningkat, bahkan di kuartal IV tahun lalu naik hingga 8% secara tahunan.

Kredit Tetap Terjaga, Ekspansi Global Berlanjut

Dari sisi kualitas kredit, AXP masih menunjukkan performa yang solid. Rasio tunggakan di atas 30 hari hanya 1,3%, sementara rasio kredit macet di angka 1,9%—masih lebih baik dibanding sebelum pandemi. Jaringan merchant AXP juga terus meluas secara global, dengan cakupan mencapai 80% di pasar internasional utama. Selain itu, AXP agresif memperkuat bisnisnya lewat kerja sama strategis, seperti menjadi mitra global Formula 1 dan mengakuisisi Tock, platform manajemen reservasi dan event untuk industri hospitality.

Prospek Pertumbuhan dan Komitmen bagi Pemegang Saham

Manajemen AXP memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekitar 9% dan laba per saham (EPS) naik 14% untuk tahun 2025. Mereka juga berencana untuk terus memperbarui 35-50 produk tiap tahun sebagai bentuk inovasi berkelanjutan. Dengan model bisnis yang asset-light, AXP mampu menjaga margin tinggi dan agresif dalam mengembalikan keuntungan ke pemegang saham. Tahun lalu saja, AXP menggelontorkan $7,9 miliar untuk pemegang saham—$2 miliar dalam bentuk dividen dan $5,9 miliar untuk buyback saham. Dalam 3 tahun terakhir, perusahaan bahkan sudah memangkas jumlah saham beredar hingga 7%, sehingga membantu meningkatkan return on equity (ROE) yang tembus di angka 35%.

Dividen Konsisten dan Neraca Keuangan Kuat

Meskipun yield dividennya terbilang kecil di 1,3%, namun payout ratio yang hanya 21% menunjukkan ruang besar untuk kenaikan ke depan. Apalagi, rata-rata pertumbuhan dividen dalam 5 tahun terakhir mencapai 11,3% per tahun, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata indeks S&P 500. Tahun ini saja, AXP menaikkan dividennya sebesar 17%. Dari sisi keuangan, posisi AXP juga sangat kuat dengan credit rating naik ke A- dan rasio modal inti di atas 10%, jauh di atas batas minimum regulator sebesar 6%.

Pandangan Analis

Saham American Express (AXP) ditutup di harga $279,28 pada 25 Maret 2025, naik 0,51% dan di sesi post-market lanjut naik ke $279,94. Dari 28 analis dalam 90 hari terakhir, mayoritas merekomendasikan Hold (16 analis), 6 Strong Buy, 4 Buy, 2 Strong Sell, dan tidak ada Sell. Rata-rata rating analis di level 3,42 (Hold). Target harga rata-rata analis di $314,71, mencerminkan potensi kenaikan 12,69% dari harga saat ini. Secara umum, saham AXP masih dianggap stabil dengan prospek positif jangka menengah sesuai target analis.

Kesimpulan

American Express (AXP) saat ini menawarkan peluang beli menarik setelah mengalami koreksi harga signifikan dari level tertingginya. Secara teknikal, saham mulai menunjukkan potensi rebound dengan support kuat di $256 dan target kenaikan hingga $305. Fundamental AXP tetap solid dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang impresif, kualitas kredit terjaga, serta ekspansi global yang agresif. Manajemen juga konsisten memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui dividen dan buyback saham. Dengan proyeksi pertumbuhan positif dan target harga analis yang masih di atas harga saat ini, AXP layak dipertimbangkan untuk investasi jangka menengah hingga panjang.



*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - Bank of America Corporation (BAC)

Next
Next

Analisis Saham - Danaher Corporation (DHR)