Analisis Saham - Bank of America Corporation (BAC)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Kinerja saham Bank of America (BAC) selama setahun terakhir terbilang impresif, mencatatkan total return hampir 33%, jauh melampaui performa indeks S&P 500. Lonjakan ini dipicu oleh perbaikan fundamental bisnis dan perubahan sentimen pasar setelah kekhawatiran besar di 2022-2023, terutama akibat keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB). Ketika itu, harga saham BAC sempat tertekan dan diperdagangkan di bawah nilai buku, mencerminkan ekspektasi pasar yang terlalu pesimis terhadap kinerja bank ini. Namun, seiring membaiknya Return on Equity (ROE) dan pemulihan valuasi ke level wajar, saham BAC kini dinilai lebih mencerminkan kondisi fundamentalnya.

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • Bank of America mengalami peningkatan yang cukup konsisten, dengan 16% secara YoY dan hampir 10% dalam 6 bulan terakhir, menggambarkan bullish trend dalam jangka menengah dan jangka panjang.

  • Bila kita lihat lebih dekat, memang BAC tampak bearish dengan downtrend line yang tampaknya sebentar lagi akan menjadi resistance diagonal, namun penurunan ini tampaknya menjadi retracement yang sehat dari bullish trend jangka panjang BAC.

  • Pasca membentuk support di area fibonacci 61.8%, ada peluang bagi BAC untuk retest ke area support lagi sebelum melanjutkan rally

  • Support selanjutnya berada pada $41 dan $39.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $40-$42 yang merupakan area key level.

  • Stop Loss (SL): Di level $36, di bawah support $39, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $45, $47 serta $50 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $41 dan harga turun ke SL ($36), kerugian potensial $5 per saham, atau sekitar -12.20%.

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($45): potensi keuntungan $4 per saham, sekitar 9.76%.

    • Ke target kedua ($47): potensi keuntungan $6 per saham, sekitar 14.63%

    • Ke target ketiga ($50): potensi keuntungan $9 per saham, sekitar 21.95%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Prospek 2025: Tantangan Jangka Pendek, Peluang Jangka Panjang

Memasuki 2025, tekanan terhadap potensi imbal hasil saham BAC diperkirakan muncul, terutama karena valuasi yang mulai mendekati harga wajar. Kunci pergerakan harga saham ke depan akan bergantung pada kemampuan BAC meningkatkan net interest income (NII) dan ROE. Di sisi lain, pergeseran korelasi antara harga saham BAC dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menunjukkan bahwa dampak kenaikan suku bunga terhadap saham bank mulai berkurang. BAC juga masih menghadapi tantangan dari kelebihan kas yang mereka miliki. Sebagian besar dana tersebut diinvestasikan ke surat utang negara jangka pendek, sehingga menekan ROE. Namun, kondisi ini dianggap sebagai “masalah baik” karena memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk melakukan buyback saham di harga yang menarik. Pada 2024, BAC telah membelanjakan lebih dari $13 miliar untuk buyback, dan tren ini kemungkinan berlanjut di 2025, mendukung nilai saham dalam jangka panjang.

Kinerja Segmen Bisnis: Wealth Management Jadi Andalan Baru

Dari sisi operasional, lini Consumer Banking masih menjadi kontributor utama dengan laba bersih mencapai $2,8 miliar meski pertumbuhannya hanya 1,8%. Namun, bisnis Wealth Management justru mencatat kinerja lebih baik, dengan laba bersih naik 15% dan total dana kelolaan tumbuh 12% menjadi sekitar $4,3 triliun. Segmen ini dinilai lebih stabil dan menguntungkan karena lebih banyak bergantung pada fee-based income dibandingkan pendapatan bunga yang lebih rentan siklus ekonomi. Sebaliknya, unit Global Banking mengalami penurunan laba 13% akibat peningkatan provisi kerugian pinjaman. Namun, potensi rebound di aktivitas investment banking bisa menjadi katalis positif tahun ini seiring normalisasi pasar modal. Sementara itu, segmen Global Markets justru menjadi bintang dengan lonjakan laba 48%, didorong oleh peningkatan pendapatan dari aktivitas perdagangan dan investasi.

Faktor Pendorong Tambahan: Pelonggaran Regulasi dan Proyeksi Valuasi

Salah satu katalis positif lain adalah potensi penurunan tekanan regulasi di bawah pemerintahan Trump. Biaya kepatuhan yang selama ini membebani kinerja bank berpeluang turun, begitu juga dengan potensi denda dan sanksi yang kerap membebani neraca. Jika skenario ini terwujud, BAC bisa mencetak margin keuntungan lebih baik. Secara valuasi, BAC kini diperdagangkan pada Price-to-Earnings (P/E) ratio 11,9x, turun dari 14,36x pada Desember 2024 dan kini berada di bawah rata-rata industri. Dengan proyeksi pertumbuhan laba dan potensi peningkatan dari buyback saham serta dividen, BAC dinilai memiliki potensi total return sekitar 10% untuk tahun fiskal 2025.

Pandangan Analis

Bank of America Corporation (BAC) saat ini diperdagangkan di harga $43.28 dengan kenaikan +0.49%. Setelah jam pasar, harga naik tipis ke $43.32. Berdasarkan analisis 22 analis dalam 90 hari terakhir, mayoritas merekomendasikan Buy dengan rata-rata rating 4.40 dari 5. Rinciannya, 12 analis memberi rating Strong Buy, 7 analis Buy, dan 3 analis Hold, tanpa ada rekomendasi Sell atau Strong Sell. Target harga rata-rata BAC adalah $52.45, memberikan potensi kenaikan sekitar +21.19% dari harga saat ini. Saham BAC dinilai menarik untuk dikoleksi.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, saham Bank of America (BAC) menunjukkan prospek menarik bagi investor jangka panjang. Kinerja setahun terakhir solid dengan total return hampir 33%, didukung perbaikan fundamental dan pemulihan valuasi. Secara teknikal, BAC masih dalam tren bullish jangka menengah-panjang meski ada potensi retracement sehat. Prospek 2025 menyoroti tantangan di valuasi dan ROE, namun buyback saham dan pertumbuhan segmen Wealth Management menjadi katalis positif. Dengan target harga rata-rata $52.45 dan potensi upside +21.19%, serta rating mayoritas analis Buy, BAC layak dipertimbangkan sebagai saham defensif dengan potensi return stabil dan prospek jangka panjang menarik.





*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - GameStop (GME)

Next
Next

Analisis Saham - American Express (AXP)