Analisis Saham - GameStop (GME)
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
Saham GameStop (GME) mengalami lonjakan sebesar 11% dalam sesi perdagangan terbaru setelah perusahaan berhasil melampaui ekspektasi laba kuartal IV 2025. Kenaikan ini juga dipicu oleh pengumuman perusahaan terkait rencana investasi dalam Bitcoin, sebagai langkah untuk memanfaatkan cadangan kas yang terus bertambah. Dengan harga saham yang telah naik lebih dari 100% dalam satu tahun terakhir namun masih turun 16% sepanjang 2025, investor kini mempertimbangkan apakah reli ini layak diikuti atau tidak.
Berdasarkan grafik saham saat ini:
Analisis Teknikal
Saham GME mengalami lonjakan hingga 87% secara YoY, serta 26% dalam 6 bulan terakhir, menunjukkan bullish trend dalam jangka menengah dan jangka panjang, ditandai dengan adanya uptrend line sejak Agustus 2024 lalu..
GME memang tampak bearish di Q1 2025 ini dengan penurunan 11%, namun ini hanyalah retracement dari bullish trend dalam jangka menengah.
Akhirnya Gamestop mampu menciptakan higher high didorong dari hasil pendapatan yang menjadi katalis.
Saham yang melesat dan menciptakan gap ini kemungkinan akan retest ke area fibonacci 61.8% yang juga menjadi area inverse quasimodo sebagai demand area.
Support selanjutnya berada pada $25 dan $23.
Setup Trading
Rentang Beli: area $24-$26 yang merupakan area key level.
Stop Loss (SL): Di level $21, di bawah support $23, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.
Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $29, $31 serta $34 sebagai area resistance utama.
Potensi Keuntungan dan Kerugian
Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $25 dan harga turun ke SL ($21), kerugian potensial $4 per saham, atau sekitar -16%
Potensi Keuntungan:
Ke target pertama ($29): potensi keuntungan $4 per saham, sekitar 16%.
Ke target kedua ($31): potensi keuntungan $6 per saham, sekitar 24%
Ke target ketiga ($34): potensi keuntungan $9 per saham, sekitar 36%
Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.
Kinerja Keuangan Kuartal IV
Berkat inisiatif penghematan biaya, GameStop melaporkan laba bersih sebesar $131,3 juta atau $0,30 per saham, jauh melampaui ekspektasi analis yang hanya memperkirakan $0,09 per saham. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih mengalami lonjakan signifikan dari $63,1 juta atau $0,22 per saham. Namun, dari sisi pendapatan, perusahaan mencatatkan penurunan dengan total penjualan sebesar $1,28 miliar, lebih rendah dari perkiraan $1,45 miliar dan mengalami penurunan signifikan dibandingkan $1,79 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja Sepanjang Tahun 2025
Secara keseluruhan, kinerja tahunan GameStop di tahun fiskal menunjukkan peningkatan laba menjadi $0,33 per saham, dibandingkan hanya $0,06 per saham pada tahun sebelumnya. Meski demikian, tren penurunan pendapatan masih berlanjut dengan total penjualan turun menjadi $3,82 miliar dibandingkan $5,27 miliar pada tahun fiskal sebelumnya. Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh perubahan tren industri ke arah digital gaming serta meningkatnya persaingan dari retailer besar seperti Best Buy (BBY), Walmart (WMT), dan Amazon (AMZN).
Kondisi Keuangan dan Rencana Investasi Bitcoin
Seiring dengan rencana investasi dalam Bitcoin, cadangan kas dan setara kas GameStop melonjak tajam menjadi $4,75 miliar dari hanya $921,7 juta tahun lalu. Hal ini mencerminkan perbaikan efisiensi operasional perusahaan. Selain itu, total aset GameStop kini mencapai $5,87 miliar, jauh melampaui total kewajiban yang hanya $945,6 juta.
Penerbitan Obligasi Konversi Senilai $1,3 Miliar
GameStop mengumumkan rencana penerbitan obligasi konversi senilai $1,3 miliar yang akan jatuh tempo pada tahun 2030. Obligasi ini ditawarkan kepada investor institusional tertentu dan tidak akan memberikan bunga reguler maupun peningkatan nilai pokok. Investor yang membeli obligasi ini memiliki opsi untuk mengonversinya menjadi uang tunai, saham biasa GameStop, atau kombinasi keduanya, tergantung pada keputusan perusahaan. Harga konversi akan ditentukan berdasarkan harga rata-rata saham GameStop dalam periode tertentu. Dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk pembelian Bitcoin sesuai dengan kebijakan investasi perusahaan.
Kesimpulan
Saham GameStop melonjak 11% setelah melampaui ekspektasi laba kuartal IV, meskipun pendapatannya masih mengalami penurunan. Sentimen positif juga didorong oleh rencana investasi dalam Bitcoin dan penerbitan obligasi konversi senilai $1,3 miliar. Secara teknikal, GME menunjukkan tren bullish dalam jangka menengah dan panjang, meskipun mengalami retracement pada awal 2025. Dengan support kuat di $23-$25 dan target kenaikan hingga $34, saham ini masih menarik bagi trader jangka pendek dan investor jangka panjang. Dari sisi fundamental, efisiensi operasional telah meningkatkan laba bersih dan memperkuat neraca keuangan dengan cadangan kas yang signifikan. Namun, tantangan dari pergeseran ke digital gaming serta persaingan dengan raksasa ritel tetap menjadi risiko. Dengan valuasi yang masih cukup tinggi, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
*Disclaimer:
This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.