Analisis Saham - Nvidia (NVDA)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Saham NVIDIA Corp. (NASDAQ: NVDA) masih turun sekitar 16,7% akibat koreksi di indeks NASDAQ selama sebulan terakhir. Meski demikian, ada tanda-tanda pemulihan setelah konferensi tahunan GPU Technical Conference (GTC) pekan lalu, yang memberikan dorongan bagi saham ini. Para analis tetap mempertahankan rekomendasi "Strong Buy" untuk perusahaan yang mendominasi industri semikonduktor ini. Saham NVIDIA masih mencatatkan kenaikan lebih dari 18% dalam satu tahun terakhir. Setelah lonjakan 191% pada 2024 dan 240% pada 2023, saham ini tetap menjadi favorit di kalangan investor. Para analis melihat penurunan harga saat ini sebagai peluang untuk membeli, terutama karena saham NVDA masih diperdagangkan di bawah rata-rata indeks Philadelphia Semiconductor Index (SOX). Dalam laporan keuangan kuartal terakhir, NVIDIA berhasil melampaui ekspektasi laba per saham (EPS) sebesar 5,22% dan pendapatan sebesar 3,08%.

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • NVDA ditutup melemah hingga 5.74% kemarin, menambah kedalaman penurunan sejak awal 2025 menjadi 16.35%.

  • Penurunan NVDA pada pertengahan Maret lalu mencapai level terendah dan disokong oleh diagonal support berupa up trendline jangka panjang sejak November 2023.

  • Saham berpotensi untuk membentuk support di area fibonacci 50%-61.8% dalam jangka panjang dengan kemungkinan pemulihan pada Q2 2025.

  • Support selanjutnya berada pada $105 dan $95.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $100-$110 yang merupakan area key level.

  • Stop Loss (SL): Di level $90, di bawah support $95, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $120, $150 serta $200 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $105 dan harga turun ke SL ($90), kerugian potensial $15 per saham, atau sekitar -14.29%

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($120): potensi keuntungan $15 per saham, sekitar 14.29%.

    • Ke target kedua ($150): potensi keuntungan $45 per saham, sekitar 42.86%

    • Ke target ketiga ($200): potensi keuntungan $95 per saham, sekitar 90.47%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Pertumbuhan NVIDIA di Era AI

Sebagai pemimpin di industri kecerdasan buatan (AI), NVIDIA telah mengalami lonjakan nilai saham yang luar biasa. Dalam lima tahun terakhir, harga sahamnya melonjak hampir 1.776%, sementara sejak go public, kenaikannya mencapai 316.475%. Keunggulan NVIDIA dalam produksi semikonduktor, mikrochip, dan unit pemrosesan grafis (GPU) menjadikannya perusahaan kunci dalam revolusi AI.

Analisis dari 24/7 Wall Street menunjukkan bahwa potensi kenaikan harga saham NVIDIA masih sangat besar dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan daftar klien yang mencakup perusahaan-perusahaan raksasa teknologi serta tren AI yang terus berkembang, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih diperkirakan tetap kuat hingga akhir dekade ini.

Performa Finansial NVIDIA dalam Satu Dekade Terakhir

Dalam sepuluh tahun terakhir, pendapatan NVIDIA meningkat lebih dari 553%, sementara laba bersihnya melonjak hingga 1.323%. Walaupun sempat mengalami sedikit kontraksi akibat pandemi COVID-19 pada 2020, perusahaan ini berhasil bangkit dan terus mencatat pertumbuhan signifikan. Antara 2014 dan 2023, harga sahamnya melonjak sebesar 9.610%.

Faktor Utama yang Mendorong Pertumbuhan NVIDIA

  1. Dominasi di Industri GPU

NVIDIA tetap menjadi pemimpin utama dalam industri GPU, sementara pesaing seperti AMD dan TSMC masih tertinggal dalam hal pangsa pasar dan kapitalisasi. Dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai $3,34 triliun, NVIDIA jauh melampaui AMD ($194,67 miliar) dan TSMC ($861,41 miliar).

  1. Permintaan Tinggi dari Perusahaan Teknologi Besar

Mayoritas pendapatan NVIDIA berasal dari raksasa teknologi seperti Alphabet (GOOGL), Amazon (AMZN), Meta (META), dan Microsoft (MSFT), yang semuanya berlomba-lomba mengembangkan AI. Keempat perusahaan ini menyumbang sekitar 40% dari total pendapatan NVIDIA.

  1. Pertumbuhan AI yang Masih di Awal Perjalanan

Menurut Grand View Research, pasar AI diperkirakan tumbuh dari $196,63 miliar pada 2023 menjadi jauh lebih besar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 36,6%. Peningkatan adopsi AI di berbagai sektor seperti otomotif, kesehatan, ritel, keuangan, dan manufaktur akan terus mendukung pertumbuhan NVIDIA.

Prediksi Kinerja Saham NVIDIA 2025-2028

Mengutip dari 24/7 Wall Street, berikut adalah perkiraan pertumbuhan harga saham NVIDIA dalam empat tahun ke depan:

Kesimpulan

NVIDIA tetap menjadi pemimpin industri AI dan semikonduktor, meskipun sahamnya terkoreksi 16,7% dalam sebulan terakhir. Dengan fundamental kuat, dominasi di pasar GPU, serta permintaan tinggi dari raksasa teknologi, saham NVDA diprediksi terus tumbuh. Analisis teknikal menunjukkan potensi pemulihan di Q2 2025, dengan target harga jangka panjang mencapai $275 pada 2028. Pertumbuhan AI yang pesat dan peningkatan pendapatan diperkirakan akan mendorong saham ini lebih tinggi. Meskipun ada volatilitas jangka pendek, NVIDIA tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin memanfaatkan perkembangan AI dalam jangka panjang.


*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - Berkshire Hathaway Inc. (BRK.B)

Next
Next

Analisis Saham - GameStop (GME)