Analisis Saham - Booking Holdings (BKNG)
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
Booking Holdings (NASDAQ: BKNG) mengalami koreksi 17% sejak mencapai puncaknya pada Desember lalu. Kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi yang dipicu tarif perdagangan menekan saham perusahaan berbasis perjalanan ini. Namun, pengeluaran untuk perjalanan sering kali tidak terlalu sensitif terhadap ketidakpastian ekonomi seperti yang banyak investor pikirkan. Dengan valuasi saham yang kembali ke level wajar, saat ini bisa menjadi peluang menarik untuk berinvestasi di Booking Holdings.
Berdasarkan grafik saham saat ini:
Analisis Teknikal
Saham BKNG mengalami koreksi -13% sejak awal tahun, menggerus peningkatan 6 bulan terakhir menjadi 10% yang secara YoY positif 22%.
Time frame jangka pendek menunjukkan bearish trend yang sangat kuat, hal ini merupakan akibat dari retracement BKNG dalam jangka menengah yang menuju area fibonacci 50%.
Sebelumnya BKNG yang telah membentuk resistance di higher high $5,200 mengalami kemunduran hingga breakout support $4,600.
Support selanjutnya pada $4,200 dan $4,000.
Setup Trading
Rentang Beli: area $4,100-$4,300 yang merupakan area demand.
Stop Loss (SL): Di level $3,900, di bawah support $4,000, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.
Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $4,500, $4,800 serta $5,200 sebagai area resistance utama.
Potensi Keuntungan dan Kerugian
Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $4,200 dan harga turun ke SL ($3,900), kerugian potensial $300 per saham, atau sekitar -7.14%.
Potensi Keuntungan:
Ke target pertama ($4,500): potensi keuntungan $300 per saham, sekitar 7.14%.
Ke target kedua ($4,800): potensi keuntungan $600 per saham, sekitar 14.29%
Ke target ketiga ($5,200): potensi keuntungan $1,000 per saham, sekitar 23.81%
Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.
Kinerja Keuangan yang Mengungguli Ekspektasi
Perusahaan ini terus menunjukkan ketangguhan dengan hasil kuartal keempat yang melampaui ekspektasi. Pendapatan mencapai $5,5 miliar, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui batas atas panduan perusahaan sebesar 5%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah malam kamar yang dipesan (room nights) sebesar 13% dan kenaikan tarif rata-rata harian (ADR) sebesar 1%. Semua wilayah mencatat pertumbuhan dua digit dalam pemesanan kamar, dengan pasar AS menunjukkan percepatan yang signifikan.
Total pemesanan bruto naik 17% menjadi $37,2 miliar, delapan poin di atas perkiraan manajemen. Hal ini didorong oleh peningkatan pemesanan tiket pesawat, yang meskipun memiliki margin lebih rendah, tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan. Margin laba operasional perusahaan hampir mencapai 32%, sementara margin arus kas bebas melampaui 30,7% di tahun 2024. Laba per saham (EPS) yang disesuaikan meningkat 30%, melampaui ekspektasi sebesar 15%.
Keunggulan Booking Dibandingkan Airbnb dan Expedia
Sebagai pemain utama di industri agen perjalanan online (OTA), Booking Holdings tetap unggul dibandingkan kompetitornya seperti Airbnb (ABNB) dan Expedia (EXPE). Meskipun Airbnb dan Expedia mengalami pertumbuhan yang baik sepanjang tahun, Booking masih memimpin di semua aspek. Pada 2024, pemesanan bruto Booking mencapai $166 miliar (naik 9,9%), lebih tinggi dibandingkan Airbnb ($82 miliar, naik 11,6%) dan Expedia ($111 miliar, naik 6,6%).
Booking juga terus memperluas pangsa pasarnya dalam bisnis alternatif akomodasi, yang sebelumnya menjadi kekuatan utama Airbnb. Dalam 14 dari 15 kuartal terakhir, Booking berhasil melampaui Airbnb dalam pertumbuhan jumlah malam kamar yang dipesan di segmen ini. Selain itu, dalam bisnis pemesanan tiket pesawat, Booking untuk pertama kalinya berhasil melampaui Expedia dengan menjual 14 juta tiket dalam satu kuartal, dibandingkan 13 juta yang dijual oleh Expedia.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meskipun memiliki prospek jangka panjang yang kuat, ada dua risiko utama yang perlu dipertimbangkan. Pertama, ketidakpastian ekonomi global dapat mempengaruhi pola pengeluaran konsumen dalam perjalanan. Walaupun perusahaan memberikan proyeksi yang optimis untuk 2025, tarif perdagangan yang lebih tinggi dapat menekan belanja perjalanan.
Kedua, potensi disrupsi oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Beberapa pihak berpendapat bahwa AI dapat mengambil alih peran OTA dengan memberikan layanan pemesanan yang lebih otomatis. Namun, Booking telah menjalin kemitraan dengan OpenAI melalui Operator, yang tampaknya lebih berperan sebagai agregator daripada kompetitor langsung. Selain itu, program loyalitas seperti Genius dari Booking menunjukkan bahwa pelanggan masih cenderung melakukan pemesanan langsung, bukan melalui pihak ketiga berbasis AI.
Valuasi Saham dan Prospek Investasi
Saat ini, saham Booking diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (P/E) 21 kali untuk proyeksi laba 2025, dan 18 kali untuk estimasi laba 2026. Ini masih berada di kisaran rata-rata historisnya dan lebih rendah dibandingkan valuasi pasar secara keseluruhan.
Dengan tingkat pertumbuhan laba per saham yang diproyeksikan sekitar 15% per tahun, saham ini menawarkan potensi imbal hasil yang menarik. Jika saham mengalami koreksi lebih lanjut dan turun di bawah rasio P/E 20x, ini bisa menjadi peluang untuk membeli lebih agresif.
Pandangan Analis
Saham Booking Holdings Inc. (BKNG) ditutup di $4.295,40 pada 13 Maret 2025, turun 2,39%. Namun, dalam perdagangan pasca-pasar, saham naik 0,34% ke $4.310,00. Analis tetap optimis, dengan 40 analis dalam 90 hari terakhir memberi rata-rata rating "Buy" (4,20/5). Sebanyak 21 analis merekomendasikan "Strong Buy", 6 memberi "Buy", dan 13 menyarankan "Hold", tanpa rekomendasi "Sell". Target harga rata-rata saham BKNG adalah $5.636,98, mencerminkan potensi kenaikan 31,23% dari harga saat ini.
Kesimpulan
Saham Booking Holdings (BKNG) mengalami koreksi 17% sejak puncaknya pada Desember 2024, namun valuasinya kini kembali menarik. Secara teknikal, saham berada di area beli $4.100-$4.300 dengan target $5.200. Kinerja keuangan tetap kuat, dengan pendapatan naik 14% dan laba per saham meningkat 30%. Booking unggul dibandingkan Airbnb dan Expedia dalam pemesanan kamar serta tiket pesawat. Risiko utama meliputi ketidakpastian ekonomi dan potensi disrupsi AI. Dengan P/E 21x untuk 2025 dan prospek pertumbuhan laba 15% per tahun, saham ini menawarkan peluang investasi menarik dengan target harga $5.636,98 (+31,23%).
*Disclaimer:
This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.