Analisis Saham - The Walt Disney Company (DIS)
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
The Walt Disney Company (NYSE: DIS) telah lama dikenal sebagai salah satu perusahaan ikonik dunia, yang identik dengan dunia imajinasi dan keajaiban. Salah satu kekuatan utama Disney saat ini terletak pada segmen Experiences mereka, yang mencakup taman bermain, resor, kapal pesiar, hingga bisnis produk konsumen. Meski saham Disney sempat mengalami penurunan sekitar 5,8%, performa segmen Experiences tetap menunjukkan tren positif dan menjadi penopang utama valuasi serta profitabilitas perusahaan. Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan dari segmen Experiences meningkat signifikan, dari 28,09 miliar dolar AS pada 2022 menjadi 34,15 miliar dolar AS di 2024. Pada kuartal pertama tahun fiskal 2025, segmen ini menyumbang 9,42 miliar dolar AS, naik 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pasca pandemi COVID-19, antusiasme masyarakat untuk kembali mengunjungi taman bermain Disney mendorong kontribusi segmen ini naik dari 33% ke 36,74% dari total pendapatan perusahaan.
Berdasarkan grafik saham saat ini:
Analisis Teknikal
Saham Disney mengalami peningkatan 6% sejak 6 bulan terakhir, memperbaiki kinerja YoY yang turun -10%.
Dalam jangka menengah, DIS masih cenderung bullish dengan adanya up trendline, namun sejak ditembusnya pada awal Maret lalu, menciptakan bearish trend jangka pendek.
Meski demikian, DIS masih dalam koreksi sehat dimana penurunan DIS terhenti di area support utama yang menjadi fibonacci retracement 61.8%.
Ada kemungkinan saham akan kembali pulih dan melanjutkan rally di kuartal 2 tahun ini.
Support berikutnya pada $96 dan $90.
Setup Trading
Rentang Beli: area $96-$100 yang merupakan area support utama.
Stop Loss (SL): Di level $88, di bawah support $90, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.
Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $104, $110 serta $120 sebagai area resistance utama.
Potensi Keuntungan dan Kerugian
Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $98 dan harga turun ke SL ($88), kerugian potensial $10 per saham, atau sekitar -10.20%.
Potensi Keuntungan:
Ke target pertama ($104): potensi keuntungan $6 per saham, sekitar 6.12%.
Ke target kedua ($110): potensi keuntungan $12 per saham, sekitar 12.24%
Ke target ketiga ($120): potensi keuntungan $22 per saham, sekitar 22.45%
Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.
Kontributor Utama Laba Perusahaan
Menariknya, meski Experiences hanya menyumbang sekitar sepertiga dari total pendapatan, segmen ini justru memberikan kontribusi terbesar terhadap laba operasional Disney. Dari 2022 hingga 2024, porsi laba dari Experiences mencapai 59% hingga 69%. Pada kuartal pertama 2025, segmen ini masih mendominasi dengan 61,46% dari total laba, meski sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya akibat pertumbuhan pesat di divisi streaming Disney. Profit segmen ini terus tumbuh stabil dari 7,29 miliar dolar AS di 2022 menjadi 9,27 miliar dolar AS di 2024. Kunci utama kesuksesan ini berasal dari beberapa sumber, terutama tiket masuk taman bermain yang meningkat dari 8,6 miliar dolar AS menjadi 11,17 miliar dolar AS dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pengunjung pasca pandemi dan kenaikan harga tiket.
Kenaikan Harga dan Pengunjung yang Stabil
Selama dua tahun terakhir, Disney menaikkan harga di berbagai taman bermainnya, baik domestik maupun internasional. Di AS, pengeluaran rata-rata per pengunjung naik hampir 20%, sedangkan di pasar internasional melonjak 56%. Di tahun 2025, pengeluaran per pengunjung masih terus meningkat masing-masing 4% dan 3%. Namun, pada awal 2025, terjadi sedikit penurunan jumlah pengunjung domestik sebesar 2%, terutama akibat cuaca buruk seperti badai yang melanda Walt Disney World. Sebaliknya, di pasar internasional jumlah pengunjung justru tumbuh 4%.
Resor dan Hotel Disney Tetap Menjadi Magnet
Keunggulan Disney tak hanya di taman bermainnya, tapi juga di bisnis hotel dan resor. Dengan lebih dari 25 hotel resor, vila, dan bahkan dua pulau pribadi, Disney mampu mempertahankan tingkat okupansi rata-rata 85% di AS—jauh di atas rata-rata industri perhotelan nasional yang hanya sekitar 64%. Bahkan di pasar internasional, tingkat okupansi mencapai 86% pada kuartal terbaru. Pendapatan dari resor dan bisnis liburan juga terus meningkat dari 6,41 miliar dolar AS di 2022 menjadi 8,38 miliar dolar AS di 2024. Pada kuartal pertama 2025, bisnis ini mencatatkan pendapatan 2,22 miliar dolar AS, naik dari 2,12 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tantangan Harga dan Daya Beli Konsumen
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Disney adalah kenaikan biaya bagi pengunjung. Rata-rata sebuah keluarga harus merogoh kocek hingga 3.000 dolar AS untuk akhir pekan di taman bermain Disney—melonjak 56% dibandingkan 2014. Kenaikan harga ini memang menguntungkan perusahaan, tetapi bisa menjadi beban berat bagi konsumen di tengah tingginya inflasi dan suku bunga. Menurut laporan World Economic Forum tahun 2023, generasi muda seperti Milenial dan Gen Z menghadapi krisis biaya hidup yang serius. Hampir setengah dari mereka bahkan merasa sulit atau tidak mampu untuk membangun keluarga karena alasan finansial. Di sisi lain, sekitar 54% Gen Z masih bergantung pada bantuan keuangan dari keluarga.
Prospek Cerah: Pengalaman dan Transfer Kekayaan
Meski tantangan ekonomi jangka pendek membayangi, Disney memiliki peluang besar dalam jangka panjang. Generasi muda cenderung lebih memilih membelanjakan uangnya untuk pengalaman dibandingkan barang. Terbukti, dari 2019 hingga 2023, belanja untuk pengalaman di AS melonjak 65%. Bahkan di 2023, 93% pengunjung taman bermain menyatakan akan tetap atau lebih sering mengunjungi tempat wisata di tahun berikutnya. Selain itu, dunia tengah memasuki fase awal transfer kekayaan terbesar dalam sejarah. Dalam 25 tahun ke depan, sekitar 124 triliun dolar AS akan berpindah dari generasi tua ke generasi muda. Milenial diperkirakan menerima warisan terbesar, sekitar 46 triliun dolar AS. Kombinasi antara minat pada pengalaman dan limpahan kekayaan ini membuka peluang besar bagi Disney untuk terus berkembang.
Pandangan Analis
Saham The Walt Disney Company (DIS) ditutup di harga $99,36 pada 17 Maret 2025, naik 0,73%. Pada perdagangan pasca-bursa, harga naik tipis menjadi $99,45. Rata-rata rating analis di Wall Street adalah Buy dengan skor 4,16 dari 5. Dari 30 analis dalam 90 hari terakhir, 15 merekomendasikan Strong Buy, 7 Buy, 7 Hold, dan hanya 1 Strong Sell. Target harga rata-rata analis adalah $127,07, atau potensi kenaikan sekitar 27,89%. Sentimen pasar terhadap saham Disney masih positif, didorong prospek pertumbuhan jangka panjang terutama di segmen Experiences dan theme park.
Kesimpulan
The Walt Disney Company berhasil mempertahankan kinerja solid berkat segmen Experiences yang terus tumbuh pasca pandemi. Meski tantangan ekonomi dan daya beli konsumen menjadi risiko, kontribusi laba dari taman bermain, resor, dan bisnis liburan tetap dominan. Prospek jangka panjang semakin cerah didukung tren generasi muda yang lebih memilih pengalaman daripada barang serta adanya transfer kekayaan besar dari generasi tua. Dengan target harga analis $127,07 atau potensi kenaikan 27,89%, saham Disney masih menarik untuk dikoleksi, terutama di area support $96-$100 sebagai peluang beli.
*Disclaimer:
This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.