Analisis Saham - The Coca-Cola Company (KO)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Saham The Coca-Cola Company (KO) mengalami pergerakan yang relatif stabil dalam enam bulan terakhir. Dari perspektif teknikal menunjukkan sinyal bullish baik dalam jangka pendek maupun panjang. Di sisi fundamental, laporan keuangan terbaru menunjukkan kinerja yang kuat, meskipun proyeksi pertumbuhan pendapatan organik di tahun mendatang diperkirakan melambat. Selain itu, valuasi saham saat ini terlihat sedikit mahal, sehingga membuat prospek fundamental tidak terlalu menarik. Namun, momentum teknikal yang sangat positif diyakini mampu mengimbangi faktor fundamental yang kurang ideal, menjadikan KO sebagai saham yang layak dibeli saat ini.

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • Saham KO mengalami peningkatan yang baik sejak awal tahun, dengan kenaikan 12% sejak awal 2025 dan peningkatan 9% selama sebulan terakhir.

  • Bullish trend kembali ditegaskan dengan adanya up trendline yang tercipta sejak pertengahan Februari lalu yang berlaku sebagai support diagonal.

  • Pasca membentuk higher high di area resistance $73 dan koreksi, ada potensi KO akan membentuk support di area key level sebelum melanjutkan kenaikannya.

  • Support selanjutnya pada $69.50 dan $68.50.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $69-$70 yang merupakan area demand.

  • Stop Loss (SL): Di level $68, di bawah support $68.50, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $71, $73 serta $75 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $69.50 dan harga turun ke SL ($68), kerugian potensial $1.50 per saham, atau sekitar -2.16%.

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($71): potensi keuntungan $1.50 per saham, sekitar 2.16%.

    • Ke target kedua ($73): potensi keuntungan $3.50 per saham, sekitar 5.04%

    • Ke target ketiga ($75): potensi keuntungan $5.50 per saham, sekitar 7.91%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Kinerja Keuangan dan Proyeksi

Pada laporan keuangan kuartal IV 2024 yang dirilis 11 Februari, Coca-Cola mencatat pendapatan operasional bersih sebesar $11,54 miliar, meningkat dari $10,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham (EPS) terdilusi juga naik menjadi $0,51 dari sebelumnya $0,46. Kinerja ini menunjukkan pemulihan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Dalam hal EPS yang disesuaikan (non-GAAP), perusahaan mencatatkan kenaikan 12% secara tahunan menjadi $0,55 per saham. Pendapatan serta EPS yang disesuaikan melampaui ekspektasi analis, meskipun EPS berdasarkan standar akuntansi umum (GAAP) sedikit di bawah perkiraan sebesar $0,01.

Namun, proyeksi untuk 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan organik diperkirakan melambat menjadi 5-6%, dibandingkan dengan pertumbuhan 12% pada 2024. Coca-Cola juga memperkirakan adanya dampak negatif dari fluktuasi mata uang asing sebesar 3-4% pada pendapatan bersih yang sebanding. Sementara itu, pertumbuhan EPS yang disesuaikan diproyeksikan naik 8-10% dalam mata uang konstan, lebih baik dibandingkan pertumbuhan 7% pada 2024. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan operasional melambat, efisiensi perusahaan terus meningkat.

Valuasi dan Perbandingan dengan Sektor

Dari segi valuasi, rasio harga terhadap penjualan (P/S) saat ini berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, yaitu sebesar 6,53. Dengan pertumbuhan pendapatan yang kembali ke level rata-rata serta proyeksi perlambatan pertumbuhan di tahun depan, valuasi ini terlihat terlalu mahal. Selain itu, rasio P/S di sektor Consumer Staples hanya sekitar 1,14, sehingga KO diperdagangkan dengan premi lebih dari 450% dibandingkan pesaingnya, yang mungkin terlalu tinggi mengingat tingkat pertumbuhan yang tidak luar biasa.

Sementara itu, rasio harga terhadap laba (P/E) saat ini berada di angka 28,8, mendekati level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Berbeda dengan P/S, rasio ini menunjukkan valuasi yang lebih wajar karena sejalan dengan pertumbuhan EPS yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan median P/E sektor sebesar 21,69, premi 33% untuk KO masih dapat dibenarkan berkat kekuatan merek dan loyalitas pelanggan yang tinggi. Oleh karena itu, secara keseluruhan, KO bisa dikatakan sedikit overvalued, meskipun valuasi P/E masih dalam batas yang dapat diterima.

Pandangan Analis

Saham Coca-Cola (KO) ditutup pada $69,94 (-1,55%) pada 12 Maret 2025, dengan kenaikan kecil di perdagangan pasca-pasar ke $70,06 (+0,17%). Dari 26 analis dalam 90 hari terakhir, 14 merekomendasikan Strong Buy, 7 Buy, 4 Hold, dan 1 Sell, tanpa rekomendasi Strong Sell. Rata-rata rating analis adalah 4,30 (Buy). Target harga rata-rata diprediksi $74,28, mencerminkan potensi kenaikan 6,21%. Grafik harga menunjukkan kisaran pergerakan dari $58,06 hingga $73,01 dalam setahun terakhir, dengan tren keseluruhan tetap positif.

Kesimpulan

Secara teknikal, saham Coca-Cola (KO) menunjukkan tren bullish yang kuat, didukung oleh kenaikan harga sejak awal tahun dan potensi level support yang solid. Meskipun valuasi terlihat sedikit mahal, dengan rasio P/S yang tinggi, rasio P/E masih dalam batas wajar. Dari sisi fundamental, kinerja keuangan terbaru cukup positif, tetapi pertumbuhan pendapatan organik diperkirakan melambat pada 2025. Meskipun demikian, efisiensi perusahaan meningkat, mendukung pertumbuhan EPS yang lebih baik. Dengan target harga rata-rata $74,28 dan rekomendasi mayoritas analis sebagai Buy, KO tetap menarik sebagai saham defensif dengan potensi kenaikan lebih lanjut.





*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - Prudential plc (PUK)

Next
Next

Analisis Saham - PepsiCo (PEP)