Analisis Saham - PepsiCo (PEP)
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
PepsiCo (NASDAQ: PEP), salah satu perusahaan consumer staples terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar pada tahun 2024. Perusahaan ini mengalami penurunan volume penjualan akibat strategi penetapan harga yang terlalu agresif, kehilangan pangsa pasar, serta stagnasi pertumbuhan pendapatan. Sahamnya pun mengalami kinerja yang kurang memuaskan selama beberapa tahun terakhir. Namun, valuasi PepsiCo saat ini tergolong rendah, yang berpotensi menarik minat investor yang mencari saham defensif dengan peluang kenaikan harga. Perusahaan telah memberikan panduan pertumbuhan yang rendah untuk tahun 2025, tetapi jika ekspektasi pasar berhasil disesuaikan, ada kemungkinan harga sahamnya kembali naik ke valuasi 20 kali pendapatan, dengan target harga $180 per lembar saham.
Berdasarkan grafik saham saat ini:
Analisis Teknikal
Sejak sebulan terakhir, saham PEP naik tipis 2%, memperbaiki penurunan 6 bulanan yang jatuh hingga lebih dari 16%.
Gap turun yang tercipta kemarin menciptakan bearish trend jangka pendek yang kemungkinan akan terus berlanjut menuju area fibonacci 78.6%.
Kini PEP berpeluang untuk menciptakan support di area key level $145 sebelum melanjutkan kenaikannya lagi.
Support selanjutnya pada $145 dan $141.
Setup Trading
Rentang Beli: area $144-$146 yang merupakan area demand.
Stop Loss (SL): Di level $140, di bawah support $141, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.
Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $150, $155 serta $160 sebagai area resistance utama.
Potensi Keuntungan dan Kerugian
Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $145 dan harga turun ke SL ($140), kerugian potensial $5 per saham, atau sekitar -3.45%.
Potensi Keuntungan:
Ke target pertama ($150): potensi keuntungan $5 per saham, sekitar 3.45%.
Ke target kedua ($155): potensi keuntungan $10 per saham, sekitar 6.90%
Ke target ketiga ($160): potensi keuntungan $15 per saham, sekitar 10.34%
Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.
Consumer Staples Mulai Menunjukkan Pemulihan
Dalam beberapa bulan terakhir, saham di sektor consumer staples mulai mengungguli sektor lainnya, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif. Meskipun pertumbuhan PepsiCo tidak secepat perusahaan teknologi, sahamnya tetap menarik bagi investor yang mencari perlindungan di pasar yang bergejolak. Sebagai salah satu pemimpin pasar, PepsiCo memiliki portofolio merek ternama seperti Pepsi, Mountain Dew, Gatorade, Lay’s, Doritos, dan Quaker Oats. Namun, pertumbuhan perusahaan ini dibatasi oleh skalanya yang sudah sangat besar, sehingga sulit untuk berkembang lebih cepat dibandingkan rata-rata pasar. Strategi akuisisi yang sering dilakukan juga belum selalu memberikan hasil yang optimal.
Hasil Kinerja Keuangan 2024
Pada tahun 2024, PepsiCo mencatatkan pendapatan sebesar $92 miliar, hanya meningkat 0,4% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan kuartal keempat bahkan mengalami penurunan 0,2%. Jika dihitung dalam basis organik dan nilai tukar tetap, pertumbuhan tahunan hanya mencapai 2,0%, yang tergolong rendah. Laba per saham naik 6% untuk tahun penuh, didukung oleh perbaikan margin laba sebesar 60 basis poin akibat efisiensi operasional dan peningkatan margin kotor. Dari sisi regional, hanya pasar Eropa yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan di atas 1%, sementara segmen Amerika Utara mengalami penurunan akibat dampak penarikan produk Quaker Foods. Meskipun pertumbuhan lebih tinggi terjadi di pasar internasional, dampak negatif dari fluktuasi nilai tukar membebani hasil keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, meskipun angka pertumbuhan organik terlihat lebih baik, realitasnya masih menunjukkan tantangan besar bagi PepsiCo.
Posisi Kompetitif dan Tantangan di Industri
Sebagai perusahaan consumer staples, PepsiCo diuntungkan dengan statusnya sebagai saham defensif. Namun, dibandingkan pesaingnya, pertumbuhan PepsiCo masih tertinggal. Dalam kategori minuman, Coca-Cola (KO) mencatat pertumbuhan organik sebesar 11% pada 2024, jauh lebih tinggi dibandingkan PepsiCo yang hanya 1%. Di segmen makanan ringan, perusahaan ini juga mengalami penurunan pertumbuhan organik, sementara pesaingnya berhasil mencatatkan pertumbuhan positif. Meskipun demikian, ada kemungkinan bahwa tekanan akibat strategi harga agresif akan mereda di 2025, seiring dengan pesaing yang mulai menyesuaikan harga mereka. Hal ini dapat membantu PepsiCo untuk memperbaiki pertumbuhan dan mengembalikan sentimen pasar yang lebih positif terhadap sahamnya.
Valuasi Saham PepsiCo
Saat ini, saham PepsiCo diperdagangkan pada kisaran $152 per lembar, dengan valuasi sekitar 18 kali proyeksi laba tahun depan dan 17 kali proyeksi laba tahun 2026. Angka ini berada di batas bawah kisaran valuasi historisnya dan 24% di bawah rata-rata lima tahunnya. Dibandingkan dengan pesaingnya, PepsiCo juga berada di posisi valuasi yang lebih rendah. Sahamnya dihargai 23% lebih rendah dibandingkan Coca-Cola, 18% di bawah Mondelez, dan 9% di bawah Nestlé. Namun, perlu diperhatikan bahwa ekspektasi pertumbuhan PepsiCo juga lebih rendah dibandingkan kompetitornya. Manajemen perusahaan memberikan panduan pertumbuhan yang relatif konservatif untuk 2025, dengan target pertumbuhan organik yang rendah serta kenaikan laba per saham dalam kisaran menengah satu digit. Ini bisa menjadi strategi untuk mengatur ulang ekspektasi pasar, sehingga jika PepsiCo mampu mencapai pertumbuhan yang lebih baik dari yang diperkirakan, ada potensi kenaikan harga saham ke level valuasi 20 kali pendapatan.
Pandangan Analis
Saham PepsiCo (PEP) saat ini diperdagangkan di $148,15, turun 2,73% pada 12 Maret 2025. Pasar pasca-penutupan menunjukkan sedikit kenaikan ke $148,20. Rata-rata rating analis di Wall Street berada di 3,52, dengan rekomendasi "Buy". Dari 23 analis dalam 90 hari terakhir, 5 memberi peringkat "Strong Buy", 4 "Buy", 13 "Hold", dan 1 "Strong Sell". Target harga rata-rata berada di $163,91, menunjukkan potensi kenaikan 10,62%. Meski saham ini mengalami tekanan, valuasi yang rendah dan potensi perbaikan kinerja menjadikannya peluang investasi menarik bagi investor defensif.
Kesimpulan
Meskipun menghadapi tantangan seperti penurunan volume penjualan dan pertumbuhan yang stagnan pada 2024, saham PepsiCo (PEP) kini memiliki valuasi menarik. Dengan harga saat ini di $148,15 dan target analis $163,91, ada potensi kenaikan 10,62%. Sektor consumer staples mulai kembali diminati, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Jika perusahaan berhasil menyesuaikan ekspektasi pasar dan meningkatkan pertumbuhan, sahamnya bisa kembali ke valuasi 20 kali pendapatan, dengan target $180. Bagi investor yang mencari saham defensif dengan potensi upside, PepsiCo bisa menjadi pilihan menarik di 2025.
*Disclaimer:
This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.