Analisis Saham - Taiwan Semiconductor Manufacturing Company Limited (TSM)
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
Sejak Januari, saham TSMC mengalami tren penurunan akibat kebijakan tarif dari pemerintahan Trump serta kekhawatiran bahwa teknologi AI DeepSeek dapat mengurangi permintaan terhadap chip mutakhir mereka. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa penjualan di kuartal pertama masih sejalan dengan proyeksi perusahaan, bahkan berpotensi melampaui ekspektasi yang telah direvisi.
Berdasarkan grafik saham saat ini:
Analisis Teknikal
Meski terperosok hingga lebih dari 13% sejak awal tahun, TSM masih membukukan kenaikan 10% secara YoY, menunjukkan trend bullish jangka panjang.
Trend bullish dari level terendah Agustus hingga mencapai level $220 akhirnya harus menemui pelemahan yang cukup dalam, dimana dalam sebulan terakhir ini TSM telah tergerus hampir 20%.
Namun ada potensi bagi TSM untuk pulih mengingat saham menuju level Fibonacci 61.8%-78.6% dalam jangka menengah yang sekaligus menjadi level inverse quasimodo, dengan kemungkinan saham akan pulih dari keterpurukannya.
Support selanjutnya pada $160 dan $155.
Setup Trading
Rentang Beli: area $155-$165 yang merupakan area demand.
Stop Loss (SL): Di level $150, di bawah support $155, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.
Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $170, $180 serta $200 sebagai area resistance utama.
Potensi Keuntungan dan Kerugian
Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $160 dan harga turun ke SL ($150), kerugian potensial $10 per saham, atau sekitar -6.25%.
Potensi Keuntungan:
Ke target pertama ($170): potensi keuntungan $10 per saham, sekitar 6.25%.
Ke target kedua ($180): potensi keuntungan $20 per saham, sekitar 12.50%
Ke target ketiga ($200): potensi keuntungan $40 per saham, sekitar 25%
Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.
Laporan Pendapatan Februari 2025
Dalam laporan pendapatan Februari 2025, TSMC mencatat penjualan sebesar $7,91 miliar, meningkat 43,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Walaupun terjadi penurunan 11,3% secara bulanan (M/M), hal ini masih sejalan dengan tren historis karena Februari memiliki tiga hari lebih sedikit dibandingkan Januari. Jika dihitung per hari, pendapatan mencapai $282,5 juta, hanya sedikit lebih rendah dari Januari yang mencapai $288,1 juta.
Prediksi Penjualan Kuartal Pertama 2025
TSMC tetap optimis dengan target penjualan kuartal pertama dalam kisaran $25,00-25,80 miliar, dengan margin kotor antara 57,0-59,0% dan margin operasional 46,5-48,5%. Berdasarkan data Februari, target ini masih realistis, terutama jika Maret mampu mencapai pendapatan harian sekitar $269,7 juta. Namun, ada faktor risiko seperti dampak dari gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang terjadi pada akhir Januari, yang dapat mempengaruhi inventaris dan produksi.
Dampak DeepSeek terhadap Industri Chip
Meskipun DeepSeek diklaim mampu menjalankan model AI dengan biaya lebih rendah menggunakan GPU NVIDIA H800, beberapa analis, termasuk Nathan Lambert, memperkirakan bahwa biaya operasional sebenarnya bisa mencapai $500 juta dan kemungkinan besar menggunakan chip H100 yang lebih canggih. Ini menunjukkan bahwa chip kelas atas tetap dibutuhkan untuk pengembangan AI, sehingga kekhawatiran terhadap penurunan permintaan chip premium TSMC kemungkinan berlebihan. Selain itu, model AI seperti DeepSeek masih memiliki keterbatasan dalam melakukan "reasoning" tingkat lanjut (pemrosesan kognitif yang lebih kompleks). Untuk mencapai kemajuan dalam bidang ini, diperlukan model yang lebih besar dengan jumlah parameter lebih banyak, yang berarti kebutuhan akan chip berdaya tinggi tetap tinggi.
Tren Permintaan Chip Global
Data dari Semiconductor Industry Association (SIA) menunjukkan bahwa penjualan semikonduktor global meningkat 17,9% dibandingkan Januari tahun sebelumnya, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan 15,2% yang terjadi pada tahun sebelumnya. Ini menjadi indikasi kuat bahwa permintaan chip tidak menurun meskipun DeepSeek telah meluncurkan produknya pada Desember 2024.
Dampak Tarif Impor dan Penyesuaian Proyeksi
Salah satu tantangan utama yang dihadapi TSMC adalah kemungkinan dikenakannya tarif impor tinggi oleh pemerintahan Trump terhadap produk dari Taiwan. Meskipun belum ada kepastian mengenai tarif ini, jika diterapkan, margin keuntungan TSMC bisa tergerus. Oleh karena itu, proyeksi pendapatan untuk FY25 telah dikoreksi menjadi $111,63 miliar dari sebelumnya $113,07 miliar, sementara margin EBIT diperkirakan turun menjadi 47,9%.
Revisi Proyeksi Pendapatan & Margin:
FY25: $111,63 miliar (sebelumnya $113,07 miliar), margin EBIT 47,9%
FY26: $138,66 miliar (sebelumnya $140,49 miliar), margin EBIT 47,7%
FY27: $159,28 miliar (sebelumnya $161,27 miliar), margin EBIT 47,4%
Estimasi EPS juga mengalami penyesuaian:
FY25: $9,02 (dari $9,16)
FY26: $10,86 (dari $11,34)
FY27: $12,28 (dari $13,00)
Pandangan Analis
Saham TSMC (TSM) ditutup pada $170,65, turun 3,64% pada 10 Maret 2025, dengan perdagangan pasca-pasar di $168,40 (-1,32%). Meski mengalami tekanan, analis di Wall Street tetap optimis, dengan rating rata-rata 4,70 (Strong Buy) dari 17 analis dalam 90 hari terakhir. Sebanyak 13 analis merekomendasikan Strong Buy, 3 Buy, dan 1 Hold, tanpa rekomendasi Sell. Target harga rata-rata dipatok di $242,88, mencerminkan potensi kenaikan +42,33% dari harga saat ini. Investor tetap optimis terhadap prospek jangka panjang TSMC, terutama di tengah permintaan chip AI yang terus meningkat.
Kesimpulan
Meskipun saham TSMC mengalami tekanan akibat kebijakan tarif dan kekhawatiran atas dampak teknologi AI DeepSeek, fundamental perusahaan tetap solid. Laporan pendapatan menunjukkan pertumbuhan yang kuat, sementara proyeksi kuartal pertama masih sesuai target. Analisis teknikal mengindikasikan potensi pemulihan dengan level support di $155-$160 dan target harga hingga $200. Analis tetap optimis, dengan rating Strong Buy dan target harga rata-rata $242,88 (+42,33%). Meskipun ada risiko dari tarif impor dan revisi proyeksi pendapatan, permintaan chip AI yang terus meningkat dapat menjadi katalis utama pemulihan saham TSMC.
*Disclaimer:
This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.