Analisis Saham - Micron Technology (MU)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Micron Technology, Inc. (MU) masih menunjukkan performa yang kuat di tengah fluktuasi harga saham yang cukup tajam dalam enam bulan terakhir. Meski kenaikan saham baru sekitar 1% dalam periode tersebut, dan naik hampir 13% sejak awal tahun, prospek jangka panjang perusahaan tetap menjanjikan berkat dorongan besar dari permintaan memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Permintaan memori, khususnya DRAM untuk data center dan High Bandwidth Memory (HBM), melonjak tajam karena semakin banyaknya penggunaan AI agents di dunia korporasi. CEO Micron, Sanjay Mehrotra, bahkan menyebutkan bahwa pendapatan dari data center DRAM meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu. HBM sendiri mencetak rekor dengan penjualan menembus $1 miliar hanya dalam satu kuartal, menegaskan posisi vital Micron dalam rantai pasok teknologi AI. Micron juga menjalin kemitraan erat dengan raksasa chip seperti Nvidia, yang sudah mengamankan seluruh pasokan DRAM/HBM Micron untuk tahun fiskal 2025. Produk HBM3E Micron kini menjadi andalan GPU terbaru Nvidia, dan diperkirakan AMD dan produsen chip lain juga akan bergabung sebagai pelanggan HBM Micron.

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • MU mencatatkan kinerja positif 11% sejak awal tahun 2025, yang mana 7% diantaranya terbentuk dalam 6 bulan terakhir.

  • Bullish trend dalam jangka pendek dibuktikan dengan breakout down trendline serta terciptanya higher high di area $104.

  • Setelah retrace ke area golden fibonacci 50%-61.8%, ada potensi MU akan melesat kembali membentuk higher high baru.

  • Support selanjutnya berada pada $94 dan $90.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $92-$96 yang merupakan area key level.

  • Stop Loss (SL): Di level $85, di bawah support $90, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $100, $104 serta $110 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $94 dan harga turun ke SL ($85), kerugian potensial $9 per saham, atau sekitar -9.57%.

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($100): potensi keuntungan $6 per saham, sekitar 6.38%.

    • Ke target kedua ($104): potensi keuntungan $10 per saham, sekitar 10.64%

    • Ke target ketiga ($110): potensi keuntungan $16 per saham, sekitar 17.02%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Laporan Keuangan Q2: Lonjakan Pendapatan dan Rebound Fundamental

Micron mencatat lonjakan pendapatan 38% secara tahunan di kuartal kedua menjadi $8,05 miliar. Laba per saham (EPS) yang dibukukan juga melampaui ekspektasi pasar. Segmen DRAM menjadi motor utama dengan kontribusi 76% dari total penjualan atau sekitar $6,1 miliar—melonjak 47% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, NAND Flash menyumbang $1,9 miliar atau 23% dari total pendapatan. Meski ada kenaikan 18% secara tahunan, segmen ini mengalami penurunan 17% secara kuartalan akibat tekanan harga di pasar konsumen. Namun, penurunan ini dinilai tidak berdampak signifikan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Secara keseluruhan, unit bisnis Compute and Networking menghasilkan $4,6 miliar atau 57% dari total pendapatan, mencerminkan pergeseran kebutuhan pasar ke arah memori berkinerja tinggi. Meski margin kotor sedikit tertekan ke level 37,9% karena dinamika harga di segmen NAND, prospek jangka panjang dinilai tetap solid.

Teknologi 1-Gamma dan Proyeksi Q3 yang Kuat

Micron juga meluncurkan teknologi DRAM 1-gamma terbarunya yang sudah mengadopsi EUV (Extreme Ultraviolet Lithography). Teknologi ini menawarkan efisiensi daya lebih baik 20%, performa meningkat 15%, dan kepadatan bit 30% lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Teknologi ini dinilai akan menjadi tulang punggung generasi baru AI agents. Ke depan, Micron optimis bisa mencetak pendapatan antara $8,6 miliar hingga $9 miliar di kuartal ketiga, mencerminkan permintaan yang terus menguat.

AI Agents: Pemicu Ledakan Permintaan Memori

Revolusi AI agents diperkirakan akan mendorong kebutuhan memori ke level tertinggi sepanjang sejarah industri. Server yang didesain untuk AI disebut membutuhkan DRAM hingga 8 kali lipat dibanding server konvensional. HBM menjadi kunci dalam lonjakan ini, terbukti dari capaian Micron yang membukukan lebih dari $1 miliar pendapatan HBM dalam satu kuartal. Menurut data Bloomberg, pasar HBM global yang tahun 2023 hanya bernilai $4 miliar, diprediksi melonjak ke $35 miliar pada 2025 dan terus tumbuh hingga 6 kali lipat pada 2030. Potensi pertumbuhan yang luar biasa ini membuka peluang besar bagi Micron.

Valuasi Masih Murah, Namun Waspada Risiko

Jika dilihat dari valuasi, saham Micron tergolong murah. Price-to-earnings (P/E) ratio forward non-GAAP perusahaan hanya di angka 15,11 atau 30% lebih rendah dari rata-rata sektor teknologi. Bahkan secara GAAP, valuasinya 38% di bawah rata-rata sektor. Dengan EBITDA margin mencapai 42,49% (jauh di atas rata-rata sektor 10,75%) dan nilai buku sekitar $43 per saham, posisi keuangan Micron terbilang sangat kuat. Jika pasar mulai menghargai potensi pertumbuhan perusahaan secara penuh, saham Micron berpeluang naik antara 40% hingga 60%. Meski prospek cerah, tantangan terbesar Micron terletak pada segmen NAND yang masih tertekan akibat kelebihan pasokan. Beban biaya akibat fasilitas produksi yang tidak berjalan optimal bisa menekan kinerja keuangan dalam jangka pendek. Namun, Micron memperkirakan kebutuhan NAND juga akan melonjak seiring pertumbuhan AI servers yang diperkirakan membutuhkan kapasitas NAND tiga kali lipat lebih besar dari server biasa. Dengan total inventaris sekitar $9 miliar atau setara 158 hari stok, manajemen harus tetap menjaga arus kas.

Pandangan Analis

Saham Micron Technology (MU) ditutup di harga $94,72 pada 21 Maret 2025, turun 8,04% usai rilis laporan keuangan. Di pasar setelah jam perdagangan, harga sedikit turun ke $94,58. Meski begitu, analis Wall Street masih sangat optimis dengan rating rata-rata "Strong Buy" (4,53/5) dari 39 analis dalam 90 hari terakhir. Sebanyak 27 analis merekomendasikan strong buy, 7 buy, 4 hold, dan hanya 1 sell. Target harga rata-rata saham Micron dipatok di $130,07, memberikan potensi kenaikan 37,32% dari harga saat ini, didorong oleh prospek pertumbuhan bisnis AI dan data center.

Kesimpulan

Micron Technology (MU) menunjukkan kinerja solid di Q2 2025 dengan lonjakan pendapatan 38% berkat ledakan permintaan memori untuk AI dan HBM. Penjualan DRAM data center naik tiga kali lipat, sementara HBM mencetak rekor $1 miliar dalam satu kuartal. Meski saham sempat terkoreksi 8%, prospek jangka panjang tetap cerah, didukung kemitraan dengan Nvidia dan teknologi 1-gamma terbaru. Analis mayoritas memberikan rating "Strong Buy" dengan target harga rata-rata $130,07 atau potensi upside 37%. Valuasi masih tergolong murah, namun risiko tekanan di segmen NAND tetap perlu diwaspadai. Micron berpotensi besar menjadi pemain utama di era AI.



*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - Tesla, Inc. (TSLA)

Next
Next

Analisis Saham - FedEx Corporation (FDX)