Analisis Saham - Tesla, Inc. (TSLA)
Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka
Tesla, Inc. (TSLA) mengawali tahun 2025 dengan performa saham yang tertekan cukup dalam. Dalam tiga bulan pertama, saham perusahaan ini sudah mengalami penurunan sebesar 32% dan jika dihitung dari harga tertingginya, koreksi mencapai 50%. Beberapa faktor utama yang memicu tekanan tersebut antara lain kinerja segmen otomotif yang melambat, meningkatnya kompetisi dari produsen kendaraan listrik global, serta ketidakpastian makroekonomi akibat kebijakan tarif perdagangan. Selain itu, keterlibatan CEO Elon Musk dalam ranah politik juga memunculkan kekhawatiran baru dari investor, sehingga menambah tekanan pada harga saham Tesla sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Berdasarkan grafik saham saat ini:
Analisis Teknikal
Saham TSLA mengalami peningkatan pesat dalam jangka pendek, dimana dalam 5 hari terakhir telah melesat hingga 22%.
Bullish reversal ini ditandai dengan pola double bottom di area support kuat $220 yang akhirnya mampu breakout area down trendline.
Ada kemungkinan bagi TSLA untuk kembali melanjutkan rally pasca retest ke area key level sebelumnya.
Support selanjutnya berada pada $260 dan $220.
Setup Trading
Rentang Beli: area $250-$270 yang merupakan area key level.
Stop Loss (SL): Di level $210, di bawah support $220, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.
Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $300, $330 serta $360 sebagai area resistance utama.
Potensi Keuntungan dan Kerugian
Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $260 dan harga turun ke SL ($210), kerugian potensial $50 per saham, atau sekitar -19.23%.
Potensi Keuntungan:
Ke target pertama ($300): potensi keuntungan $40 per saham, sekitar 15.38%.
Ke target kedua ($330): potensi keuntungan $70 per saham, sekitar 26.92%
Ke target ketiga ($360): potensi keuntungan $100 per saham, sekitar 38.46%
Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.
Penurunan Kinerja di Segmen Otomotif Mulai Terlihat
Kinerja segmen otomotif Tesla mulai menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Pada kuartal terakhir, pendapatan dari penjualan kendaraan tercatat turun sebesar 8% secara tahunan. Walaupun total pengiriman kendaraan mencapai rekor tertinggi yaitu 496 ribu unit, harga jual rata-rata mengalami penurunan 10% menjadi sekitar $40 ribu per unit. Di saat yang sama, pesaing utama seperti BYD, GM, dan Ford justru menunjukkan pertumbuhan positif. Bahkan di pasar penting seperti China dan Eropa, penjualan Tesla mengalami penurunan tajam, khususnya di China yang mencatatkan penurunan hingga 49% pada Februari 2025.
Transformasi Bisnis: Dari Otomotif ke AI dan Robotika
Tesla saat ini tengah bertransformasi dari sekadar produsen kendaraan listrik menjadi perusahaan berbasis teknologi, dengan fokus utama pada pengembangan artificial intelligence (AI), robotika, dan layanan kendaraan otonom. Teknologi Full Self Driving (FSD) milik Tesla diklaim memiliki tingkat keamanan delapan kali lebih baik dibanding kendaraan biasa dan dijadwalkan akan diuji coba sebagai layanan berbayar di Austin, Amerika Serikat, pada pertengahan tahun ini. Selain itu, proyek robotaxi dan Cybercab ditargetkan meluncur pada akhir 2025, serta mulai produksi massal di tahun 2026. Tesla juga tengah menyiapkan produksi robot humanoid Optimus sebagai inovasi besar berikutnya.
Kondisi Keuangan Masih Solid di Tengah Margin yang Tertekan
Meskipun margin keuntungan Tesla tertekan akibat penurunan harga jual kendaraan, kondisi keuangan perusahaan masih terbilang solid. Margin kotor Tesla pada kuartal terakhir tercatat turun menjadi 16,3%. Strategi penurunan harga memang berdampak pada margin, tetapi Tesla berhasil mencetak biaya produksi per kendaraan terendah sepanjang sejarah, yakni sekitar $33 ribu per unit. Selain itu, Tesla juga berhasil mencatatkan free cash flow sebesar $2 miliar dan total kas perusahaan mencapai rekor baru yaitu $22,9 miliar. Tidak hanya itu, perusahaan juga mendapatkan tambahan keuntungan sekitar $600 juta dari investasinya di aset kripto, khususnya Bitcoin.
Risiko dan Tantangan yang Masih Mengintai di Depan Mata
Meskipun prospek pengembangan teknologi AI dan robotika Tesla sangat menjanjikan, berbagai risiko tetap membayangi perusahaan ini. Keterlibatan Elon Musk dalam politik dipandang berisiko menimbulkan dampak negatif terhadap citra dan reputasi Tesla di pasar global. Selain itu, ancaman perang dagang dan kebijakan tarif yang terus berubah dapat menghambat ekspansi bisnis Tesla ke berbagai negara. Proyek-proyek ambisius seperti FSD dan robotaxi juga masih menghadapi tantangan dari sisi regulasi dan ketergantungan terhadap izin pemerintah di berbagai wilayah sebelum benar-benar dapat diimplementasikan secara luas dan menghasilkan pendapatan signifikan.
Pandangan Analis
Per tanggal 24 Maret 2025, saham Tesla Inc. (TSLA) ditutup di level $278,39, menguat 11,93% dalam satu hari perdagangan. Pada sesi post-market, harga saham kembali naik menjadi $282,38 atau bertambah 1,43%. Berdasarkan konsensus 48 analis dalam 90 hari terakhir, rata-rata rating saham Tesla adalah Hold dengan skor 3,39. Rinciannya, 16 analis merekomendasikan Strong Buy, 7 Buy, 14 Hold, 2 Sell, dan 9 Strong Sell. Sementara itu, target harga rata-rata dari para analis berada di $335,61, memberikan potensi kenaikan sekitar 20,55% dari harga penutupan saat ini.
Kesimpulan
Tesla tengah berada dalam fase transisi besar dari produsen kendaraan listrik menuju perusahaan berbasis teknologi dengan fokus pada AI dan robotika. Meskipun tekanan di segmen otomotif cukup besar akibat persaingan ketat dan penurunan margin, prospek jangka panjang Tesla tetap menarik seiring pengembangan FSD, robotaxi, dan Optimus. Secara teknikal, saham menunjukkan potensi rebound, namun risiko eksternal seperti ketegangan politik dan regulasi masih menjadi tantangan.
*Disclaimer:
This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.