Analisis Saham - PayPal (PYPL)

Aries Yuangga, Wakil Penasihat Berjangka

Saham PayPal (NASDAQ: PYPL) mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun ini, terutama karena prediksi manajemen yang menyebutkan perlambatan pertumbuhan di 2025. Unit bisnis pemrosesan tanpa merek (unbranded) atau Braintree diproyeksikan mengalami tahun yang berat. Meski begitu, PayPal tetap menunjukkan fundamental keuangan yang solid, dengan posisi kas bersih dan mencetak laba secara GAAP. Pada acara Investor Day baru-baru ini, manajemen mengumumkan pandangan jangka menengah yang menjanjikan percepatan pertumbuhan pendapatan dan laba. Dengan valuasi saat ini yang terbilang murah, prospek jangka menengah tersebut membuat saham ini tampak menarik untuk dikoleksi. 

Berdasarkan grafik saham saat ini:

Analisis Teknikal

  • Saham Paypal mengalami kemunduran cukup tajam hingga 18% sejak awal tahun ini, menggerus peningkatan YoY menjadi 9%.

  • Namun demikian dalam jangka pendek, tampaknya PYPL telah menyudahi bearish trend, yang ditandai dengan breakout down trendline dan membentuk higher high baru.

  • Pasca retest ke area fibonacci 50%, ada potensi PYPL akan melanjutkan kenaikan hingga ke level resistance selanjutnya

  • Support selanjutnya berada pada $70 dan $68.

Setup Trading

  • Rentang Beli: area $69-$71 yang merupakan area key level.

  • Stop Loss (SL): Di level $66, di bawah support $68, untuk mengurangi risiko jika harga terus menurun.

  • Target Profit (TP): Ada tiga target harga yaitu $74, $79 serta $85 sebagai area resistance utama.

Potensi Keuntungan dan Kerugian

  • Potensi Kerugian: Jika membeli di median rentang beli, atau sekitar level $70 dan harga turun ke SL ($66), kerugian potensial $4 per saham, atau sekitar -5.71%.

  • Potensi Keuntungan:

    • Ke target pertama ($74): potensi keuntungan $4 per saham, sekitar 5.71%.

    • Ke target kedua ($79): potensi keuntungan $9 per saham, sekitar 12.86%

    • Ke target ketiga ($85): potensi keuntungan $15 per saham, sekitar 21.43%

Perlu diingat bahwa ini adalah analisis teknikal berdasarkan data saat ini dan dapat berubah dengan dinamika pasar. Selalu lakukan penelitian dan pertimbangan sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau trading.

Kinerja Terbaru: Pertumbuhan Melambat, Tapi Laba Kuat

Sebagai pemain lama di dunia e-commerce, PayPal masih berupaya berinovasi dan mempertahankan relevansinya. Bisnis mereka terbagi dua: layanan pembayaran bermerek yang dikenal dengan logo "PayPal Checkout", serta layanan tanpa merek melalui Braintree.

Di kuartal terakhir, PayPal mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 4% dibanding tahun sebelumnya, sesuai dengan target "pertumbuhan satu digit rendah". Namun, laba per saham (non-GAAP) sebesar $1,19 berhasil melampaui proyeksi awal yang hanya $1,07 - $1,11. Ini menunjukkan kemampuan manajemen mengendalikan biaya untuk menjaga laba di tengah tekanan pendapatan.

Dari sisi pengguna, jumlah akun aktif naik 2% secara tahunan. Namun kini, fokus PayPal lebih ke memaksimalkan pendapatan dari basis pengguna yang ada ketimbang menambah jumlah pengguna baru.

Braintree Jadi Sumber Kekhawatiran

Pertumbuhan pemrosesan transaksi tanpa merek (unbranded) menurun drastis. Jika di kuartal kedua sempat tumbuh 19%, di kuartal keempat hanya tersisa 2%. Manajemen mengaku memang sengaja menahan pertumbuhan demi menjaga profitabilitas. Namun, penurunan tajam ini tetap menjadi perhatian banyak pihak.

Meski begitu, PayPal tetap dalam kondisi keuangan yang sehat, dengan kas dan investasi senilai $15,2 miliar dan utang sebesar $9,9 miliar. Ini memberikan ruang gerak yang besar untuk strategi jangka panjang.

Proyeksi 2025: Tahun Transisi Menuju Pertumbuhan Lebih Cepat

Ke depan, PayPal menargetkan pertumbuhan margin transaksi hingga 5% di kuartal pertama 2025, dan laba naik hingga 8%. Untuk setahun penuh, pertumbuhan margin transaksi dipatok sampai 5%, sementara laba diproyeksikan tumbuh antara 6% hingga 10%.

Tantangan besar di 2025 adalah negosiasi ulang kontrak dengan beberapa merchant besar Braintree yang diprediksi mengurangi pendapatan sekitar 5 poin persentase. Namun, mulai 2027, manajemen optimis margin transaksi bisa tumbuh tinggi hingga dua digit, dan laba berpotensi meningkat setidaknya 20% dalam jangka panjang.

Selain itu, bisnis utama PayPal, yaitu pemrosesan transaksi bermerek, masih punya peluang besar berkembang seiring pertumbuhan e-commerce, ditambah produk tambahan seperti "Buy Now, Pay Later" dan "Pay with Venmo".

Strategi Pengembalian Dana dan Potensi Akuisisi

Manajemen juga berkomitmen mengembalikan 70% hingga 80% arus kas bebas ke pemegang saham dalam bentuk pembelian kembali saham (buyback). Namun, ada sinyal kemungkinan PayPal melakukan aksi akuisisi, yang justru bisa menimbulkan kekhawatiran jika mengganggu fokus perusahaan pada profitabilitas.

Dengan valuasi sekitar 2 kali pendapatan dan harga saham di kisaran 14 kali laba, PayPal terlihat undervalued jika target pertumbuhan jangka panjang tercapai. Namun, pelajaran dari kejatuhan saham-saham teknologi di 2022 menunjukkan bahwa ekspektasi yang terlalu optimis bisa menjadi bumerang.

Pandangan Analis

Per 19 Maret 2025, saham PayPal Holdings Inc. (PYPL) ditutup di harga $70, naik 1,63%. Di perdagangan pasca-pasar, harga naik lagi ke $70,47. Berdasarkan penilaian 44 analis dalam 90 hari terakhir, mayoritas merekomendasikan Buy, dengan rincian 16 analis Strong Buy, 7 Buy, dan 21 Hold. Tidak ada rekomendasi Sell maupun Strong Sell. Rata-rata rating analis di level 3,88 atau Buy. Target harga rata-rata saham PYPL adalah $95, memberikan potensi kenaikan sebesar 35,71% dari harga saat ini, mencerminkan prospek positif dari para analis Wall Street.

Kesimpulan

Saham PayPal (PYPL) tengah berada di fase transisi dengan tantangan besar di 2025 akibat perlambatan bisnis Braintree. Meski demikian, fundamental keuangan tetap kuat dengan kas bersih dan laba solid. Manajemen optimis pertumbuhan akan kembali akselerasi mulai 2027, dengan target kenaikan laba jangka panjang minimal 20%. Valuasi saham saat ini terbilang murah, hanya 14 kali laba, dengan potensi kenaikan 35% menuju target analis di $95. Prospek bisnis bermerek dan strategi buyback menjadi katalis positif, namun risiko persaingan ketat tetap perlu dicermati. Secara keseluruhan, PayPal menawarkan peluang menarik bagi investor jangka menengah dan panjang.





*Disclaimer:

This information is provided for general information purposes only. Consider your investment objectives, financial resources and other relevant circumstances carefully before investing. This is not an invitation or an offer to invest, nor is it financial advice or a recommendation to buy or sell any investment.

Previous
Previous

Analisis Saham - Cisco Systems (CSCO)

Next
Next

Analisis Saham - Baidu, Inc. (BIDU)